BUMN Hadir - MURI catat rekor makan geblek terbanyak

id geblek kulon progo

Pedagang "Geblek" (makanan dari bahan singkong/ubikayu)menggoreng dagangannya, di Desa Sendang Asih, Kec. Sedang Agung, Kab. Lampung Tenah, Provinsi Lampung, Minggu (22/7). Geblek makanan tradisional yang masih banyak ditemukan di pedesaan, namun sulit ditemukan di kota, jika digalakkan bisa menghemat konsumsi beras masyarakat. (FOTO ANTARA M.Tohamaksun)

Yogyakarta (ANTARA News) - Museum Rekor Dunia-Indonesia memberikan penghargaan kegiatan makan sebanyak 17.818 geblek yang diikuti 3.500 peserta di Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu.

Kegiatan pemecahan rekor itu diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I bersama Garuda Indonesia, Indonesia Re dan Kliring Berjangka Indonesia dalam rangkaian puncak kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Yogyakarta.

"Kegiatan makan geblek sebagai makanan khas Kulon Progo ini tidak hanya kami catat sebagai rekor nasional, tetapi dunia," kata Executive Manager Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) Sri Widayati.

Geblek adalah makanan tradisional yang dibuat dari bahan tepung tapioka dengan bumbu bawang.  Bentuknya bulat berwarna putih bersih dan diolah dengan cara digoreng. Makanan ini populer sebagai jajanan khas dari daerah Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo.

Menurut Sri, jumlah geblek yang dicatat oleh tim dari MURI mencapai 18.000 geblek, melebihi yang diusulkan sebelumnya yakni sebanyak 15.000 geblek. "Karena disesuaikan dengan momentum perayaan HUT RI maka untuk angka cantiknya kami catat 17.818 geblek," kata dia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) 1 (Persero) Faik Fahmi mengatakan pemecahan Rekor MURI tersebut merupakan komitmen Angkasa Pura I bersama Garuda Indonesia, Indonesia Re dan KBI untuk mempersiapkan peningkatan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo menjelang hadirnya Bandara New Yogyakarta International Airport.

"Geblek merupakan salah satu makanan khas Kulon Progo yang menurut kami memiliki daya tarik dan ciri khas tersendiri. Sehingga kami ingin popularitasnya nanti bukan hanya di tingkat nasional tetapi bisa mendunia," kata dia.

Menurut Faik, dengan meningkatkan popularitas serta kuakitas kemasannya, geblek memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai oleh-oleh melalui Bandara NYIA.

"Kami nanti akan bantu masyarakat di Kulon Progo untuk lebih mengembangkan lagi baik dari sisi kemasan maupun varian rasanya," kata dia.

Pencatatan rekor makan geblek merupakan salah satu rangkaian acara puncak Program BUMN Hadir Untuk Negeri di Yogyakarta. Dalam acara yang dipusatkan di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta itu juga diselenggarakan Jalan Sehat 5K, Bazaar UMKM Binaan BUMN, Bakti sosial berupa bersih-bersih lingkungan di sekitar Keraton Yogyakarta, kuliner gratis, hingga donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. 

Baca juga: Lomba rancang "Geblek Renteng", batik khas Kulon Progo digelar

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar