Jakpro tak masalahkan kelanjutan proyek stadion Persija

id jakpro,Stadion Persija,Stadion taman BMW,Persija Jakarta

Pekerja menggunakan alat sondir untuk mengukur tekanan tanah pada lokasi yang akan dijadikan Stadion Taman BMW di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berencana membangun Stadion Taman BMW sebagai pengganti dari Stadion Lebak Bulus yang dijadikan Depo MRT. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Asf/Spt/15.)

Jakarta  (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak mempermasalahkan jika proyek stadion Persija tidak diteruskan lantaran masukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

"Tadi malam DPRD inginnya stadion dikasih ke Dinas Olahraga dan Pemuda DKI, yang jelas proyek inginnya diserahkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saja. Kalau kami tidak ada masalah apapun keputusannya," ujar Sekretaris PT Jakpro, Hani Sumarno di Jakarta, Selasa.

Desakan DPRD untuk menyerahkan proyek stadion yang lebih dikenal sebagai Stadion Taman Bersih, Manusiawi dan Berwibawa (BMW) itu diduga karena masalah pengembalian penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 650 milyar yang belum terserap.

Awalnya dana tersebut akan dipakai untuk mengakusisi 49 persen saham PT Astratel Nusantara di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) pada tahun 2013 silam, namun tak jadi dipakai dan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek lain.

Jakpro mengaku keputusan itu belum paripurna, tapi DPRD dalam rapat pada hari Senin (19/11), menginginkan proyek dipegang SKPD DKI.

"Belum paripurna, cuma arahnya memang ke sana tapi intinya Jakpro tidak dibahas untuk terima proyek itu, tapi lebih mendesak Dispora DKI. SKPD memang domainnya di olahraga," tegas Hani.

Disinggung mengenai persiapan proyek Stadion BMW yang tinggal dieksekusi, tetapi sepertinya tidak akan diteruskan, Hani mengatakan itu hal biasa dan sudah ada mitigasi perusahaan terhadap kemungkinan kerugian.

"Kalau harus mengembalikan dana Rp 650 miliar itu kami siap," tambahnya lagi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta dukungan kepada para suporter Persija dan Jakmania untuk membangun Stadion BMW di kawasan Jakarta Utara.

Adapun alasannya menugaskan BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun stadion BMW, agar pengelolaannya tidak seperti Gelanggang Olahraga (GOR) sebelumnya.

Menurut Anies, stadion BMW nantinya harus menjadi salah satu ikon DKI yang dikelola secara bisnis yang baik, karena itu pengelolaannya harus entitas bisnis.
Selanjutnya stadion BMW tersebut bisa dimanfaatkan untuk sarana sepak bola.

Mengenai DPRD yang masih belum setuju anggaran PMD yang akan diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Anies tidak berkomentar banyak.

"Saya harap warga Jakarta melihat, lihatlah kerja yg kita lakukan. Kami berharap wakil-wakil rakyat mendukung yang menjadi kebutuhan rakyat," kata Anies. 

Pewarta : Tessa Qurrata Aini
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar