Barekraf : penerbitan sumbang 6,29 persen untuk PDB

id bekraf,penerbitan,pdb, London Book Fair 2019

Kepala Bekraf Triawan Munaf (kanan) didampingi wakilnya, Ricky Pesik, di Jakarta, Selasa, saat menjawab pernyataan wartawan dalam jumpa pers mengenai persiapan London Book Fair 2019. (ANTARA/Mulyo Sunyoto)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan usaha penerbitan patut didukung karena menyumbang 6,29 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB).

"Usaha penerbitan patut didukung melihat kontribusi sektor penerbitan untuk PDB, yang mana penerbitan menempati urutan kelima yakni 6,29 persen," ujar Triawan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan penerbitan merupakan salah satu subsektor industri kreatif yang masuk dalam dukungan Bekraf. Bentuk dukungan pada industri penerbitan diwujudkan melalui fasilitasi keikutsertaan Indonesia di ajang pameran buku tingkat internasional.

Salah satunya dengan keterlibatan dalam memimpin acara Indonesia Market Focus Country di London Book Fair 2019.

"Bekraf memperkenalkan tidak hanya kekayaan konten yang ditampilkan buku-buku Indonesia namun juga subsektor terkait lainnya," kata dia lagi.

Sementara Duta Besar Negara Inggris untuk Indonesia, Asean, dan Timor Leste, Moazzam Malik, mengatakan London Book Fair 2019 adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya, seni dan sastranya kepada dunia.

"Saya sangat senang bahwa LBF kali ini diadakan bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Inggris dan Indonesia. LBF adalah contoh nyata Inggris sebagai negara yang berpikir secara global dan berwawasan internasional karena Inggris juga merupakan pusat industri buku dan penerbitan dunia. Saya berharap hubungan Inggris-Indonesia dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan memajukan. Saya juga berharap para penulis Indonesia dapat terus meningkatkan kreativitasnya di kancah dunia," kata Dubes Moazzam.

Sementara itu, Direktur British Council Indonesia Paul Smith mengatakan "London Book Fair" merupakan puncak dari hubungan kegiatan kreatif yang telah dibangun antara negara Inggris dan Indonesia selama tiga tahun semenjak tahun 2016.

"Melalui kerja sama ini telah menghasilkan lebih dari 250 hubungan bilateral organisasi serta seniman di Inggris dan Indonesia. Kami sangat semangat untuk menyebarkan kesusastraan dan cerita dari Indonesia dengan publik di Inggris melalui program ini," kata Smith.

Baca juga: Dirjen : LBF kegiatan penting dalam diplomasi budaya
Baca juga: Indonesia jadi Market Focus di London Book Fair 2019
Baca juga: Triawan Munaf: Ekonomi kreatif maju jika tak ada ego sektoral

 

Pewarta : Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar