40.000 mahasiswa ikuti KKN tematik kewirausahaan

id utbk,usaid,kkn tematik kewirausahaan

Nota kesepahaman penandatangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan yang diselenggarakan Kemenristekdikti dan USAID Mitra Kunci Initiative di Jakarta, Senin (Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 40.000 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Tanah Air akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan USAID Mitra Kunci Initiative.

"KKN ini menjadi istimewa karena mengandung muatan kewirausahaan. Mahasiswa nanti setelah lulus tidak hanya jadi pencari kerja, tetapi jadi pencipta lapangan pekerjaan," ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Ismunandar, usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin.

Nota kesepahaman itu menjadi payung bagi kerja sama antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan KKN Kewirausahaan.USAID Mitra Kunci Initiative memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan, mekanisme pemantauan, dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan.

KKN tematik kewirausahaan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan.

Sebanyak 10 perguruan tinggi yang tergabung dalam KKN Kewirausahaan yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Melalui KKN tersebut, mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan akan memiliki kecakapan untuk merancang wirausaha dan juga pengalaman. Kemudian memberikan pendampingan pada masyarakat setempat dan memiliki peran dalam pembangunan di wilayah itu.

"USAID melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan, berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyiapkan kaum muda menghadapi situasi ketenagakerjaan global abad 21," ujar Direktur Pengembangan SDM dan Kemitraan USAID Indonesia, Thomas Crehan.

Thomas menambahkan isu kaum muda penting, karena Indonesia adalah salah satu pemain global dalam dunia ekonomi. Hampir setengah populasi Indonesia adalah kaum muda di bawah usia 30 tahun.

Selain memberi dukungan pada universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga memberikan dukungan teknis pada Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) seperti pelatihan bagi calon tenaga kerja baik dalam keterampilan teknis maupun keterampilan non teknis. USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu meningkatkan kualitas pemagangan, informasi pasar kerja serta bekerja sama dengan mitra lokal dalam mencarikan penempatan bagi calon tenaga kerja yang sudah dilatih.

Pewarta : Indriani
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar