Delegasi Amirul Hajj bertolak ke Tanah Suci

id Haji 2019, mch 2019,Amirul hajj, menag,lukman hakim saifuddin

Delegasi Amirul Hajj yang dipimpin Menag Lukman Hakim saifuddin bertolak ke Tanah Suci (Hanni Sofia)

Mekkah (ANTARA) - Delegasi Amirul Hajj tahun 1440 H/2019 M yang dipimpin Menag Lukman Hakim Saifuddin dan rombongan bertolak ke Tanah Suci dari Jakarta, Selasa (30/07) pukul 11.00 WIB.

Menag Lukman Hakim Saifuddin selaku amirull hajj bertolak ke Tanah Suci didampingi 13 orang anggota yang merupakan pimpinan ormas-ormas Islam, terdiri dari dua orang naib (wakil), satu sekretaris, delapan anggota, dan dua tim sekretariat.

Menag mengatakan delegasi amirul hajj adalah sebuah tim khusus yang dibentuk setiap kali penyelenggaraan haji.

Baca juga: Tim medis Indonesia-Arab lakukan upaya promotif-preventif di bandara

“Jadi selaku amirul hajj, Menag sejak beberapa tahun belakangan ini mengikutsertakan pimpinan ormas Islam dalam rombongan amirul hajj untuk bersama melakukan pemantauan apakah kualitas penyelenggaraan haji secara keseluruhan mengalami peningkatan. Kalau ada kendala-kendala mereka bisa memberikan saran dan masukan, pertimbangan-pertimbangan yang intinya agar penyelenggaraan haji itu tetap terjaga kualitasnya,” ujar Menag sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Selain itu, lanjut Menag, karena mereka adalah para pimpinan ormas-ormas Islam, maka mereka juga dimanfaatkan kehadirannya untuk bisa melakukan bimbingan manasik haji, mereka akan berbagi diri, untuk mendatangi hotel-hotel yang didiami para jamaah haji, maktab-maktab yang ada, lalu kemudian bisa bertemu dengan jamaah haji dalam rangka memberikan tausiyah, dan memberikan bimbingan manasik haji.

“Dan jamaah akan antusias ketika mengetahui ada delegasi dari amirul hajj yang bisa memberikan ceramah keagamaan,” kata Menag.

Baca juga: Jamaah haji Indonesia senam "Ngapak" di Jarwal, Mekkah

Susunan Delegasi Amirul Hajj Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M yakni:

1. Amirul Hajj : Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama)
2. Naib Amirul Hajj : A. Bunyamin Ruhiyat (PB NU); dan M. Busyro Muqaddas (Muhammadiyah)
3. Sekretaris : Muchlis M. Hanafi (Kemenag)

4. Anggota : Hamid Balfas (Al Irsyad Al Islamiyah), Yusnar Yusuf Rangkuti (Al Washliyah), Imam Addaruqutni (DMI), Hamzah Harun Al Rasyid (UIN Alauddin Makassar), Rofiqul Umam Noeril Huda (MUI), Umar Al Haddad (Rabithah al Alawiyah), Ali Machfudon Abdillah (JATMAN), dan Pattiselano Roberth Johan (Kemenkes)

5. Staf Sekretariat : Ahmad Zayadi (Kemenag), dan Khoirul Huda Basyir (Kemenag)

Baca juga: Segera tiba di Mekkah, kloter terakhir diberangkatkan dari Madinah

Delegasi amirul hajj akan kembali ke Tanah Air pada 18 Agustus 2019.

Terkait perkembangan operasional penyelenggaraan haji hingga saat ini, Menag mengungkapkan sejauh ini operasional haji berjalan lancar.

“Alhamdulillah, sejauh ini tetap berjalan lancar, saat ini hampir sebagian besar jamaah haji sudah berada di Mekkah, karena sejak 28 Juli kemarin, tidak ada lagi calon jamaah haji yang berada di Madinah, seluruhnya sudah bergeser ke Mekkah dan dari 13 embarkasi di Tanah Air jamaah gelombang II seluruhnya mendarat di Jeddah tidak ada lagi yang mendarat di Madinah. Sekarang hampir semua jamaah haji di dunia terkosentrasi di Mekkah sampai menunggu wukuf di Arafah dan dua sampai tiga hari di Mina,” ujar Menag.

Menag menambahkan, setiap penyelenggaraan haji, salah satu yang membutuhkan perhatian adalah Mina.

Baca juga: Usulan penomoran tenda jamaah Indonesia di Arafah dan Mina disetujui

“Biasanya setelah wukuf, sebagian besar stamina jamaah terkuras, sementara dari fasilitas di Mina juga memerlukan stamina prima karena juga menguras tenaga. Karena ketika mereka tinggal di Mina, tenda-tenda yang ada terbatas hingga harus berdesakan dengan fasilitas toilet amat sangat terbatas, ditambah mereka harus ke Jamarat untuk melempar jumrah dengan menempuh perjalanan lumayan jauh, dan itu sangat menyita tenaga,” ujar Menag.

“Mina itu sangat terbatas wilayahnya di banding dengan Mekkah atau Madinah dan tempat lain di Tanah Suci, kondisi Mina memang sempit dari sisi ruang karena secara syar’i memang terbatas, dan seluruh jamaah haji dunia berada di tempat yang sama dan di waktu bersamaan, jadi selalu problemnya ada di Mina,” imbuhnya.


Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar