Komnas HAM harap Jokowi bisa selesaikan kasus pelanggaran HAM berat

id Komnas HAM, HAM, Hak asasi manusia, Joko Widodo, jokowi

Ketua dan komisioner-komisioner Komnas HAM saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap Presiden Joko Widodo pada periode pemerintahan keduanya kali ini mampu menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Presiden berjanji kemarin di sebuah forum pidato publik, mengatakan bahwa beliau tidak ada beban," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam pada konferensi pers peluncuran Laporan Tahunan 2018 di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.

Baca juga: Komnas HAM harap HAM jadi basis Presiden susun kabinet

Baca juga: Komnas HAM nilai pemerintah luput soal HAM karena fokus infrastruktur


"Ketika beliau mengatakan tidak ada beban, kami teringat pertemuan kami pada bulan Juni 2018, Komnas HAM dengan presiden," lanjutnya.

Menurutnya, hingga saat ini kasus-kasus pelanggaran HAM masih menjadi PR bagi pemerintahan Jokowi-JK. Dan pihaknya akan terus mendorong pemerintah agar menyelesaikan permasalahan ini pada periode pemerintahan Jokowi mendatang.

"Jadi kami mengingatkan presiden di periode ini agar kasus pelanggaran HAM berat dapat diselesaikan. Agar ucapan tidak ada beban itu bisa bermakna," kata Choirul.

Ia kemudian berharap agar pemerintah mampu menjadikan laporan tahunan Komnas HAM sebagai acuan bagi Jokowi untuk program kerja terkait HAM.

Choirul menambahkan, dengan melihat informasi mengenai kondisi dan dinamika HAM yang terjadi pada tahun atau periode sebelumnya, diharapkan juga dapat menjadi rujukan bagi Presiden dalam memilih calon-calon menteri di kabinet kerja barunya.

"Semoga pemerintah mampu memikul tanggung jawabnya terhadap penyelesaian kasus HAM ke depannya," tutupnya.

Baca juga: Agustus Komnas HAM sampaikan hasil investigasi kerusuhan 20-23 Mei

Baca juga: Indonesia kembali selenggarakan Festival HAM tahun 2019

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar