Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mengatakan 311 warga sudah tidak masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) karena tidak ada gejala terjangkit virus corona baru (COVID-19) setelah dipantau selama 14 hari.

"Dari 515 orang ODP sebanyak 311 telah selesai dalam pemantauan dan sebanyak 1.436 orang telah melakukan perjalanan atau diketahui kontak dengan ODP tidak memiliki gejala terjangkit virus corona," kata Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid di Lombok Barat, Kamis.

Ia juga menyebutkan lima warganya yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka tersebar di Kecamatan Lingsar tiga orang, dan Kecamatan Labuapi dua orang.

Melihat perkembangan yang cenderung mengkhawatirkan tersebut, ia meminta warganya untuk tetap waspada dan terus menjalankan anjuran pemerintah, antara lain lebih banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian.

"Saya juga mengingatkan agar masyarakat tidak sering mengusap wajah dan memperbanyak mencuci tangan pakai sabun atau 'hand sanitizer' (cairan pembersih tangan) dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mendatangi fasilitas kesehatan puskesmas kecuali dalam keadaan sakit dan terpaksa.

Bagi siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke daerah zona merah (yang telah terpapar virus), katanya, agar bisa mengisolasi diri atau kepada perangkat desa diminta untuk memaksa proses isolasi mandiri dalam 14 hari.

"Bahkan kalau masih ada yang bandel, libatkan teman-teman babinkamtibmas dan babinmaspol agar mereka menjalani isolasi secara mandiri, tidak berinteraksi dulu dengan orang lain selama 14 hari itu. Jika ada gejala, laporkan segera ke tenaga medis," kata Fauzan yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Lombok Barat itu.
 

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024