Mataram, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mentargetkan pembentukan satu koperasi wanita di setiap desa untuk menunjang usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh para ibu rumah tangga.

         Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) NTB HM Nur Asikin Amin di Mataram (4/10), menilai keberadaan koperasi wanita (kopwan) di tengah masyarakat menjadi perhatian pemerintah karena lembaga itu menunjukkan kinerja yang cukup membanggakan.

         "Pada 2013 mendatang, kami menginginkan agar kopwan sudah terbentuk di setiap desa. Pemerintah pusat juga sudah banyak menyalurkan bantuan kepada koperasi yang sebagian besar pengurusnya kaum ibu," katanya.

         Ia mengatakan, kopwan termasuk salah satu dari sekian alternatif bentuk koperasi sebagai alat perjuangan baik untuk menambah modal usaha, memperkuat jaringan usaha dan menambah sarana usaha dengan tujuan bagi kesejahteraan anggota.

         Asikin menambahkan, kelompok usaha wanita dan pemuda yang ada di masyarakat mendapat respon positif dari Kementerian Negara Koperasi dan UMKM.

         Di NTB sendiri kini terdapat sebanyak 20-30 kelompok usaha wanita mendapat bantuan sosial dengan besaran berbeda yakni antara Rp20-Rp30 juta.

         "Kalau ada kelompok baru akan sangat banyak membantu. Di samping itu, kami juga mengusulkan tambahan bantuan karena di kementerian banyak dana yang tidak dipakai oleh provinsi lain," ujarnya.

         Guna mewujudkan target satu kopwan di setiap desa, kata dia, akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar membantu kelompok-kelompok usaha di masyarakat yang banyak digeluti kaum wanita digiring berkoperasi.

         Saat ini, tambah Asikin, jumlah koperasi di NTB tercatat sekitar 3.007 koperasi, 170 unit koperasi di antaranya merupakan kopwan yang sudah tersebar di 950 desa.

         "Untuk mewujudkan 950 kopwan bukan sesuatu hal yang mustahil. Kuncinya hanya satu, yakni tingkat partisipasi kepala desa untuk menggerakkan masyarakat berkoperasi," katanya.(*)