Sumbawa Barat, NTB (ANTARA) - Sekretaris Dinas Kesehatan Sumbawa Barat Mustafa mengatakan pelaksanaan program "akino" atau angka kematian ibu nol di daerah ini cukup berhasil karena didukung kesiapan desa siaga dan kesadaran bersalin di sarana kesehatan.

        "ibu hamil juga menyadari pentingnya menggunakan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) saat memeriksakan kehamilannya di sarana kesehatan," katanya di Taliwang (6/10).

        Akino merupakan program unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bidang kesehatan terutama mengurangi angka kematian ibu melahirkan. 

  Program ini juga merupakan strategi penurunan angka kematian ibu berbasis desa/kelurahan menuju nol.

        Mustafa didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Yankesmas) Tuwuh mengatakan secara nasional angka kematian ibu sekitar 228 per 100 ribu kelahiran hidup.

        Sementara data kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat menyebutkan angka kematian ibu pada 2008 tercatat 78 per 100 ribu kelahiran hidup dan 2009 sekitar 150 per 100 ribu kelahiran hidup.  Ini berarti angka kematian ibu di daerah ini di bawah rata-rata nasional.

        Program "akino" masuk dalam kategori kebijakan pemerintah yang berhasil mendorong terlaksananya program "millenium development goals" (MDGs) di bidang peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

         "Daerah yang menjalankan kebijakan sesuai MDGs akan dinilai berhasil membangun kualitas hidup dan standar pembangunan manusia," katanya.(*)