Mataram, 18/3 (ANTARA) - Rumah Sakit Umum (RSU) di Sumbawa yang segera dibangun dan direncanakan akan menjadi RSU rujukan diusulkan bernama "RSU Sultan Kaharuddin" karena nama itu dinilai memiliki nilai historis bagi daerah setempat.
     Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sumbawa, H Amri SSos MSi, di Sumbawa, Rabu, menjelaskan, usulan nama tersebut diajukan setelah ada permintaan Gubernur NTB, KH Zainul Majdi.
     "Atas permintaan Bapak Gubernur, Bapak Bupati Sumbawa Bapak H Jamaluddin Malik merencanakan mengajukan nama RSU Sultan Kaharuddin," katanya.
     Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat adalah bekas wilayah kesultanan Sumbawa yang diperintah oleh Sultan Muhamad Kaharuddin III (1931-1958) yang merupakan sultan terakhir dari dinasti Amasa (Mas) Bantan Dewa Dalam Bawa.        Bahkan, Sultan Muhammad Kaharuddin III juga pernah menjabat sebagai pejabat sementara (PJS) Kepala Daerah (KDH) Swatantra pada 1959-1960.
     Sementara itu, tender pembangunan fisik RSU yang akan menjadi RSU rujukan di NTB tersebut menurut rencana akan dilaksanakan akhir Maret 2009.  Kontrak konstruksi dan pembangunan fisik akan dimulai pertengahan Mei 2009 dan direncanakan selesai serta siap dioperasikan akhir Desember 2009.
    Menurut Amri, RSU rujukan berkapasitas 365 tempat tidur itu akan memiliki kualitas dan kelas yang sama dengan RSU Sanglah (Denpasar) maupun RSU Dr Soetomo (Surabaya).
    "Kedepan RSUD Kabupaten Sumbawa yang ada sekarang ini akan dijadikan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak," katanya.
    Dana pembangun RSU di Kabupaten Sumbawa tersebut sebagian bersumber dari APBN yang akan digunakan membangun gedung pelayanan dan penunjangnya, APBD Provinsi untuk biaya manajemen konstruksi, pengelolaan, revisi desain dan pembangunan pos keamanan.
     Sedangkan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa seluruhnya untuk pembangunan pagar keliling rumah sakit.
    Berdasarkan skala prioritas, pembangunan fisik yang bersumber dari APBN akan dilaksanakan dengan membangun gedung poliklinik, kantor, Unit Gawat Darurat (UGD), gedung radiologi dan diagnostik, serta gedung obat dan farmasi.
     Selain itu, dana tersebut juga untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah dan incenerator, musala, gedung panel utama, gedung genset, jalan dan lahan parkir serta pematangan lahan.
    Pembangunan fisik juga diikuti dengan pembuatan saluran drainase air hujan dan sumur peresapan elektrikal, mekanikal, 'plumbing' dan gedung publik.
    "Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi demi terlaksananya proses pembangunan rumah sakit ini," katanya menambahkan.(*)