Dubes Belarusia menjajaki kerja sama ekonomi dengan Kadin NTB
Kamis, 18 November 2021 15:27 WIB
Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik (kanan), bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri NTB H Faurani, memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan pengurus dan anggotan Kadin NTB, di Mataram, Kamis (18/11/2021). ANTARA/Awaludin
Mataram (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik mengadakan pertemuan dengan anggota Kamar Dagang Industri (Kadin) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor yang bisa memberikan manfaat ekonomi untuk kedua pihak.
"Kami menjajaki potensi kerja sama di bidang pertanian, pariwisata dan pendidikan," kata Valery Kolesnik, dalam pertemuan bisnis dengan Kadin NTB, di Mataram, Kamis.
Pertemuan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H Mohammad Rum, Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman, dan Ketua Kadin NTB H Faurani, beserta para pengusaha anggota dan pengurus Kadin NTB.
Valery mengaku tertarik untuk berkunjung ke NTB dan bertemu dengan kalangan pengusaha karena provinsi tersebut memiliki potensi penting untuk ekonomi Indonesia.
"Makanya, nanti mungkin ada kerja sama dengan Kadin NTB dengan Kadin Belarusia, nanti kami akan ada tanda tangan nota kesepahaman (MoU)," ujar Valery..
Ia juga berharap bisa datang lagi ke NTB untuk menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, sambil membahas kembali rencana kerja sama dengan para pelaku usaha di NTB, pada Maret 2022.
Sementara itu Ketua Kadin NTB H Faurani mengapresiasi kunjungan Dubes Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik yang ingin mengetahui secara langsung potensi-potensi kerja sama di berbagai bidang yang bisa digarap di NTB.
Kedatangan Dubes Belarusia tersebut selaras dengan upaya Kadin NTB yang terus menggencarkan promosi potensi ekonomi daerah ke berbagai negara.
"Beberapa duta besar kami dekati, dan kami memberikan penjelasan tentang NTB. Itu juga merupakan tugas kami untuk membantu pemerintah dan masyarakat NTB," katanya.
Pada 2022, kata Faurani, pihaknya juga akan bekerja sama dengan beberapa negara dengan pola bussines to bussines langsung dari NTB. Banyak komoditas yang bisa ditawarkan dan harus nyata memasarkan produk tersebut secara langsung ke luar negeri.
Kepala DPMPTSP NTB H Mohammad Rum juga memaparkan berbagai infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di NTB, dalam rangka menunjang masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Beberapa infrastruktur yang sudah dibangun, di antaranya Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa, dan Pelabuhan Gili Mas di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, di Kabupaten Lombok Tengah, dan sejumlah bandara perintis di Pulau Sumbawa.
Pemerintah juga sudah membangun bendungan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, yang akan mendukung investasi di sektor pertanian yang membutuhkan pengairan.
Ia menambahkan infrastruktur jaringan telekomunikasi juga sudah cukup bagus. Hal itu dibuktikan dengan infrastruktur internet di NTB, yang sudah mencapai 100 persen.
"Kami juga punya potensi produksi jagung yang sudah mencapai dua juta ton per tahun. Mungkin investor Belarusia tertarik membangun pabrik pakan ternak di NTB, yang sudah memiliki infrastruktur pendukung pertanian dan peternakan," ujarnya.
Berbagai infrastruktur tersebut, menurut Rum, menjadi salah satu faktor terus meningkatnya nilai investasi yang masuk ke NTB, yakni dari Rp10 triliun pada 2019, naik menjadi Rp11,6 triliun pada 2020. Sementara pada 2021 ditargetkan sebesar Rp13 triliun, dan sudah tercapai sebesar Rp9 triliun pada triwulan III 2021.
"Kami menjajaki potensi kerja sama di bidang pertanian, pariwisata dan pendidikan," kata Valery Kolesnik, dalam pertemuan bisnis dengan Kadin NTB, di Mataram, Kamis.
Pertemuan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H Mohammad Rum, Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman, dan Ketua Kadin NTB H Faurani, beserta para pengusaha anggota dan pengurus Kadin NTB.
Valery mengaku tertarik untuk berkunjung ke NTB dan bertemu dengan kalangan pengusaha karena provinsi tersebut memiliki potensi penting untuk ekonomi Indonesia.
"Makanya, nanti mungkin ada kerja sama dengan Kadin NTB dengan Kadin Belarusia, nanti kami akan ada tanda tangan nota kesepahaman (MoU)," ujar Valery..
Ia juga berharap bisa datang lagi ke NTB untuk menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, sambil membahas kembali rencana kerja sama dengan para pelaku usaha di NTB, pada Maret 2022.
Sementara itu Ketua Kadin NTB H Faurani mengapresiasi kunjungan Dubes Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik yang ingin mengetahui secara langsung potensi-potensi kerja sama di berbagai bidang yang bisa digarap di NTB.
Kedatangan Dubes Belarusia tersebut selaras dengan upaya Kadin NTB yang terus menggencarkan promosi potensi ekonomi daerah ke berbagai negara.
"Beberapa duta besar kami dekati, dan kami memberikan penjelasan tentang NTB. Itu juga merupakan tugas kami untuk membantu pemerintah dan masyarakat NTB," katanya.
Pada 2022, kata Faurani, pihaknya juga akan bekerja sama dengan beberapa negara dengan pola bussines to bussines langsung dari NTB. Banyak komoditas yang bisa ditawarkan dan harus nyata memasarkan produk tersebut secara langsung ke luar negeri.
Kepala DPMPTSP NTB H Mohammad Rum juga memaparkan berbagai infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di NTB, dalam rangka menunjang masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Beberapa infrastruktur yang sudah dibangun, di antaranya Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa, dan Pelabuhan Gili Mas di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, di Kabupaten Lombok Tengah, dan sejumlah bandara perintis di Pulau Sumbawa.
Pemerintah juga sudah membangun bendungan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, yang akan mendukung investasi di sektor pertanian yang membutuhkan pengairan.
Ia menambahkan infrastruktur jaringan telekomunikasi juga sudah cukup bagus. Hal itu dibuktikan dengan infrastruktur internet di NTB, yang sudah mencapai 100 persen.
"Kami juga punya potensi produksi jagung yang sudah mencapai dua juta ton per tahun. Mungkin investor Belarusia tertarik membangun pabrik pakan ternak di NTB, yang sudah memiliki infrastruktur pendukung pertanian dan peternakan," ujarnya.
Berbagai infrastruktur tersebut, menurut Rum, menjadi salah satu faktor terus meningkatnya nilai investasi yang masuk ke NTB, yakni dari Rp10 triliun pada 2019, naik menjadi Rp11,6 triliun pada 2020. Sementara pada 2021 ditargetkan sebesar Rp13 triliun, dan sudah tercapai sebesar Rp9 triliun pada triwulan III 2021.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS hari ini Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr, Minggu 15 Februari 2026
15 February 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB