Sumbawa Barat, NTB, 30/6 (ANTARA)- Jumlah akspetor  Keluarga Berencana di Kabupaten Sumbawa Barat tahunn 2010 mencapai 18.882 akseptor atau mencapai 85,83 persen dari pasangan usia subur yang ada di daerah ini dan ini merupakan angka tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.          Sekretaris Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumbawa Barat, Raohon, di Taliwang, Kamis mengatakan,  partisipasi pasangan usia subur (PUS) di daerah ini untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) cukup tinggi.          Menurut data hingga Mei tahun 2011 jumlah peserta KB aktif  di Sumbawa Barat mencapai  23.252 akseptor atau  72, 97 persen PUS yang ada di daerah ini.          Raohon mengatakan, ini cukup tinggi   dari data Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM)  ditahun 2010 dengan sasaran 17.321 akseptor KB atau 109,5 persen.          Data itu bersumber dari  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB setelah evaluasi ditahun 2011 ini," katanya.          Tingginya angka akseptor KB  diikuti meningkatnya kualitas hidup keluarga di Sumbawa Barat. Saat ini  kampanye program KB tidak hanya bagi ibu rumah tangga usia produktif, tapi juga kaum pria sudah menjukkan angka partisipasi yang baik.          Data Akseptor pria di Sumbawa Barat tercatat 1.009 akseptor, 31 akseptor diantaranya telah mengikuti program KB dengan menggunakan kontarsepsi 'pasektomi' dengan kesadaran sendiri guna membatasi angka kelahiran.          "Itu prioritas sasaran program kita saat ini. Kita juga mengedepankan kesetaraan `gender," katanya.           BKKBN melaporkan sesuai standar nasional, keluarga berkualitas meliputi keluarga yang sudah memunhi kebutuhan dasar ekonomi keluarga berkecukupan, aktif sebagai pengurus perkumpulan sosial, yayasan dan institusi masyarakat.          "Di Sumbawa Barat rata-rata keluarga sejahtera (KS)1 hingga KS  3 rata-rata telah memenuhi syarat tadi," ujarnya.             Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Sumbawa Barat kini  tengah memfokuskan pembinaan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ( UPPKS)  guna menciptakan keluarga berkualitas. Saat ini baru ada 286 UPPKS di Sumbawa Barat.            Selian itu, Pemkab Sumbawa Barat  juga membuka Pusat Informasi Konseling Reproudksi Remaja (PIK-RR) yang kini ada 11 tempat. Sasaran proram itu adalah semua sekolah menengah atas.         "Program PIK bertujuan  untuk meberi penyuluhan tentang reproduksi remaja.  Ini dimaksudkan agar remaja usia sekolah dapat memahmi tentang kesehatan reproduksi untuk mencegah pernikahan usia dini akibat pergaulan bebas," katanya.(*)