UNIDO PBB mendukung pengembangan potensi IKM di NTB
Senin, 31 Januari 2022 7:46 WIB
Perwakilan UNIDO PBB, Essam El Qararah, mencoba mengendarai sepeda listrik buatan warga Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Humas NTB)
Mataram (ANTARA) - Organisasi Pengembangan Industri (UNIDO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menjalankan beberapa program terkait pengembangan potensi industri kecil menengah (IKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang relatif besar.
"Kami tertarik untuk membangun sentra industri di NTB, yang memiliki potensi besar, terutama terkait dengan pengembangan IKM yang telah memiliki legalitas," kata Perwakilan UNIDO Essam El Qararah, di Mataram, Sabtu.
UNIDO adalah sebuah badan khusus PBB yang didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industri di negara-negara berkembang serta negara-negara yang sedang dalam masa transisi ekonomi, serta untuk mempromosikan kerja sama internasional.
Essam mengatakan pengembangan potensi IKM di NTB akan terfokus pada tiga sektor, yaitu pertanian dan produk-produk hasil pertanian, produk kerajinan, dan produk hasil laut.
Rencana mengembangkan potensi IKM di sektor pertanian, kelautan dan kerajinan itu sudah disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTB.
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyambut baik program dan konsep yang ditawarkan oleh perwakilan UNIDO PBB dalam rangka membantu menyukseskan program industrialisasi di daerahnya.
"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang sangat besar dari UNIDO terhadap sentra industri yang ada di NTB," katanya.
Zulkieflimansyah juga menawarkan kepada perwakilan UNIDO PBB, beberapa produk industri yang dihasilkan oleh warga NTB, seperti alat untuk test swab Entram, sepeda listrik, produk kosmetik, serta kuliner berupa sate rembige dan ayam rarang dalam kemasan.
"Kami tertarik untuk membangun sentra industri di NTB, yang memiliki potensi besar, terutama terkait dengan pengembangan IKM yang telah memiliki legalitas," kata Perwakilan UNIDO Essam El Qararah, di Mataram, Sabtu.
UNIDO adalah sebuah badan khusus PBB yang didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industri di negara-negara berkembang serta negara-negara yang sedang dalam masa transisi ekonomi, serta untuk mempromosikan kerja sama internasional.
Essam mengatakan pengembangan potensi IKM di NTB akan terfokus pada tiga sektor, yaitu pertanian dan produk-produk hasil pertanian, produk kerajinan, dan produk hasil laut.
Rencana mengembangkan potensi IKM di sektor pertanian, kelautan dan kerajinan itu sudah disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTB.
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyambut baik program dan konsep yang ditawarkan oleh perwakilan UNIDO PBB dalam rangka membantu menyukseskan program industrialisasi di daerahnya.
"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang sangat besar dari UNIDO terhadap sentra industri yang ada di NTB," katanya.
Zulkieflimansyah juga menawarkan kepada perwakilan UNIDO PBB, beberapa produk industri yang dihasilkan oleh warga NTB, seperti alat untuk test swab Entram, sepeda listrik, produk kosmetik, serta kuliner berupa sate rembige dan ayam rarang dalam kemasan.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah China menolak usulan Dewan Perdamaian Gaza buatan Trump gantikan PBB
22 January 2026 6:20 WIB
KPK mengusut proses penurunan nilai PBB PT Wanatiara Persada jadi Rp15,7 miliar
15 January 2026 7:44 WIB
Pemerintah China tetap mendukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilateral
09 January 2026 5:58 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2,904 juta/gr, Jumat 13 Februari 2026
13 February 2026 10:28 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr, Jumat 13 Februari 2026
13 February 2026 10:27 WIB