Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan kebijakan penghapusan tes usap PCR dan antigen COVID-19 bagi pelaku perjalanan domestik menjadi peluang dimungkinkannya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh atau 100 persen.

"Kebijakan pembebasan tes PRC COVID-19 bagi wisatawan domestik menjadi angin segar yang menandakan kondisi perkembangan COVID-19 mulai membaik, sehingga peluang PTM penuh 100 persen bisa dilaksanakan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Kamis.

Terkait rencana PTM penuh, kata Fatwir, pihaknya tetap mengacu dan menunggu kebijakan Wali Kota Mataram yang akan diambil setelah dilakukan rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

"PTM penuh menjadi harapan siswa dan orang tua sebab mereka sudah capek belajar daring. Apalagi, anak-anak lebih percaya dan semangat belajar dari guru, terutama untuk mata pelajaran tertentu," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, sebelum ada instruksi dari kepala daerah, dinas pendidikan tetap meminta 75 ribu siswa TK, SD dan SMP negeri/swasta se-Kota Mataram disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Sampai sekarang protokol kesehatan di sekolah masih tetap jalan sesuai regulasi dan kami masih melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan jumlah siswa 50 persen dari kapasitas," katanya.

Dalam hal ini, katanya, sekolah tidak bisa serta merta ikut-ikutan membebaskan anak-anak dari aturan protokol kesehatan. Kendati, protokol kesehatan untuk menjaga jarak di luar ruangan hingga kini masih sulit diterapkan.

"Kalau di dalam ruang kelas, kami masih bisa mengatur jarak anak-anak. Tapi ketika sudah di luar, sulit, bahkan tidak bisa kami cegah," katanya.

Menurut dia, untuk penerapan protokol kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker, mencuci tangan dan membawa alat pembersih tangan sudah menjadi satu budaya di lingkungan sekolah.

"Apalagi, sekolah, baik tingkat SD maupun SMP, tetap mendapat pengiriman bantuan untuk masker dan alat pembersih tangan," katanya.