Jakarta (ANTARA) - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog menyarankan individu yang merasa mengalami perlakuan berbeda dari orang tua pada masa kecil untuk membangun kesadaran diri dan memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis saat dewasa.
“Jika ketika kecil mengalami pengalaman beda perlakuan oleh orang tua, maka sadari dulu bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika diri saat ini. Kesadaran diri adalah kunci,” kata Amalia kepada ANTARA, Rabu (11/2).
Menurutnya, pengalaman dibedakan dalam keluarga dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri dan relasi dengan orang lain, sehingga perlu dikenali lebih dulu sebelum diperbaiki.
Pembahasan tentang dampak perlakuan berbeda terhadap anak kembali ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat dan memicu diskusi warganet tentang pengalaman sebagai anak tengah di dalam keluarga. Diduga, sang pelaku adalah anak tengah yang diberlakukan berbeda oleh keluarganya.
Baca juga: Rekomendasi camilan buat anak mulai puasa
Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut, mengatakan setelah menyadari dampaknya, individu dapat mulai memperbaiki hal-hal yang dirasa mengganggu dalam kehidupannya saat ini.
Ia juga menilai penerimaan terhadap pengalaman masa lalu perlu dilakukan secara bertahap.
Baca juga: KPAI menduga anak mengakhiri hidup di Ngada sempat alami kebingungan
“Terimalah masa lalu dan pengalaman tersebut secara perlahan. Tidak harus terburu buru memaafkan semuanya. Masa lalu berada di luar kendali kita dan tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah persepsi kita terhadap pengalaman tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bila upaya mandiri terasa belum cukup dan beban emosional masih kuat, individu dapat mempertimbangkan mencari bantuan profesional.
“Jika sudah berusaha namun masih terasa sulit, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional,” kata Amalia.
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026