Semua sebutan itu adalah kearifan lokal ( ocal wisdom). Tanpa briefing BMKG. Tapi pakai tanda-tanda alam. Kapan komak tumbuh, kapan embun tebal, kapan burung diam, kapan angin bertiup dan sebagainya.
Mataram (ANTARA) - Kala cuaca dingin jelang musim kemarau tiba, orang sasaq menyebutnya sebagai musim bekembang komak (korokoro). Angin tenggara datang bawa hawa dingin dan kering dari Australia.
Masyarakat Bali menyebutnya “musim ketige”, musim dingin. Malam hari bisa sejuk dan dingin apalagi di pegunungan Kintamani.
Di Jawa yang masyarakatnya punya kalender tani 12 “mangsa”, musim dingin masuk mongso bediding / bedhidheng. Puncaknya di bulan Juni-Agustus. Cirinya, angin timur bertiup, embun tebal pagi hari, air sungai surut.
Suku Bugis - Makassar Sulawesi Selatan dengan kalender “Lontara’, musim dingin kering ini disebut “Musim Timu/Timur. Karena angin timu bertiup kencang dari Australia dengan ciri langit cerah, laut tenang, malam berembun. Petani Bugis menyebutnya ini waktu panre’ atau waktu mengeringkan gabah dan menjemur hasil laut.
Di Minangkabau Sumatera Barat, menyebut periode Juni-Agustus sebagai “Musim Angek-angek Tahi Ayam”. Kedengarannya lucu, tapi artinya “hangat-hangat kotoran ayam”. Siang panas tapi pagi/malam dingin berembun. Ini tanda kemarau akan tiba.
Di Kalimantan, suku Dayak pedalaman menyebutnya “Bulan Burung Enggang Diam”. Burung Enggang berhenti migrasi karena angin dingin. Masyarakat Dayak tahu waktunya berburu dan nanam palawija di ladang.
Semua sebutan itu adalah kearifan lokal ( ocal wisdom). Tanpa briefing BMKG. Tapi pakai tanda-tanda alam. Kapan komak tumbuh, kapan embun tebal, kapan burung diam, kapan angin bertiup dan sebagainya.
Secara ilmiah dan menurut ilmunya orang BMKG, “dingin tropis” di Indonesia itu beda sama musim dingin 4 musim.
Kenapa bisa lebih dingin dari biasa ? Ada tiga faktor utama penyebabnya.
Pertama, Angin Monsun Timur / Angin Tenggara. Juni-Agustus, belahan bumi selatan lagi miring menjauhi matahari. Australia musim dingin. Angin kencang dari Australia nyapu lewat Laut Timor bawa massa udara dingin dan kering ke Nusa Tenggara, Bali, Jawa, bahkan hingga sumatera. Udara kering tidak bisa nyimpan panas. Siang oke, malam langsung drop.
Kedua,.berkurangnya awan dan kelembapan rendah. Musim kemarau, awannya tipis. Siang matahari bebas nyorot, tanah panas. Malam radiasi panas bumi langsung lepas ke angkasa tanpa “selimut awan”. Efeknya suhu bisa 18-21°C di dataran rendah, 12-15°C di pegunungan
Ketiga, Ketinggian dan embun.Tiap naik 90 meter, suhu turun 1°C. Malam hari uap air jadi embun. Proses penguapan embun menyedot panas dari kulit, rasanya lebih dingin.
Indonesia cuma punya dua musim. Yang dingin ini Musim Kemarau. BMKG 2026 prediksi sebagian besar wilayah masuk kemarau April-Mei-Juni.
Puncak dingin, Juli-Agustus. Ini pas angin tenggara paling kencang. Australia paling dingin.
September - Oktober angin mulai balik arah jadi barat. Uap air dari laut naik lagi, kelembaban naik, malam hari tidak sedingin Juli - Agustus.
Setelah 6 bulan kita nikmati cuaca “basah & panas”, kini kita diberi 6 bulan “kering & dingin” agar kita paham arti keseimbangan alam. Dingin ini tamu 4 bulan. Datang Juni, pamit September. Ia tidak tinggal, cuma mampir menyapa dan mengingatkan.
Hangat itu berharga kalau kamu pernah kedinginan.
Sekali lagi, orang Sasak bilang “bekembang komak”. Jawa bilang “musim bediding”.
Bali bilang “musim ketige”.
Bugis bilang “timu menyapu”. Beda bahasa, satu rasa. Semesta lagi melambat. Dingin datang bukan untuk membekukan, tapi biar kita belajar menanam di tanah yang kering. Menanam ?
Malam-malam sambil tahan dingin, saya buka undangan resepsi satu persatu yang menumpuk di atas meja. Ya, akhir-akhir ini intensitas hadiri undangan resepsi pernikahan terasa meningkat. Khususnya diakhir pekan.
Banyaknya undangan resepsi pernikahan ini adakah hubungannya dengan tibanya musim dingin kering ini ?
Suhu yang dingin berkisar 15 -18 ini musim yang baik untuk menanam ? Yang pasti, musim yang dingin, waktu bermanfaat dan digunakannya selimut. Selimut hidup juga selimut mati.
Selimut hidup sejenis mamalia homeoterm. Suhu tubuh 36-37°C. Memiliki detak jantung, napas, produksi panas menghangatkan. Selimut mati sejenis polimer/polyester. Suhu ikut ruangan, pasif, nggak ngorok, bisa dilipat rapi atau jadi bedcover.
Bekembang komak, Musim bediding atau apapun namanya, selimut hidup dan selimut mati sangat dibutuhkan. Selimut mati buat malam bagi mereka yg sendiri. Selimut hidup buat malam bagi mereka yang berdua.
Dingin jadi tiada terasa bila ada dua macam selimut. Dan mereka yang menikah di musim bekembang komak, sesungguhnya ikhtiar mengusir dingin di malam yang bediding..
Baca juga: Jaksa panggil jajaran TAPD terkait dana 'siluman' pokir DPRD NTB
Baca juga: Dua mantan pejabat Pemprov NTB diperiksa kejati terkait reklamasi di Gili Gede
Baca juga: Soal pengganti Sekda NTB, begini tanggapan Gubernur Iqbal
COPYRIGHT © ANTARA 2026