Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal di Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kesempatan itu Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tidak tercatat dalam data stunting. Dirinya meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, agar penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

"Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting," ujar Iqbal melalui keterangannya diterima di Mataram, Kamis.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan yang memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok. Kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.

"Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini," ucapnya.

Baca juga: Safari Ramadhan, Lombok Tengah sosialisasi MBG dan stunting

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Bahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.

"Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu," tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M Iqbal, mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, termasuk membuang sampah pada tempatnya.

"Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat," katanya.

Baca juga: Inovasi Fase 3 dorong SDM Lombok Tengah, Stunting turun ke 9 persen

Kepala Desa Lantan Lalu Irwan, mengatakan Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.

Dirinya mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema "Tanam Pohon Hidupkan Ramadhan" sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah.

Baca juga: Lombok Tengah fokus tangani 49 ribu keluarga berisiko stunting
Baca juga: Stunting di Lombok Tengah turun jadi 9,86 persen, di bawah target Nasional



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026