DISPERINDAG NTB PROMOSI WISATA LEWAT FKT PERDAGANGAN
Sabtu, 4 April 2009 6:17 WIB
Mataram, 3/4 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mempromosikan pariwisata daerah melalui Forum Konsultasi Teknis (FKT) Perdagangan Dalam dan Luar Negeri yang akan digelar di NTB.
Kepala Bagian Perdagangan Dalam Negeri, Baiq Rusniyati di Mataram, Jumat, mengatakan, kegiatan nasional FKT Perdagangan Luar Negeri 2009 tersebut akan dimulai tanggal 20-22 April dan dipusatkan di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok Barat, sedangkan FKT Perdagangan Dalam Negeri dimulai tanggal 22-24 April dan dipusatkan di Hotel Sentosa, Senggigi, Lombok Barat, NTB.
Dalam kegiatan FKT Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 2009 tersebut akan diikuti oleh peserta dari Departemen Perdagangan dan seluruh dinas perdagangan di Indonesia.
"Kami telah memperjuangkan pada saat rapat pembahasan di tingkat pusat beberapa waktu lalu, supaya agenda tahunan nasional itu diselenggarakan di NTB, alhamdulillah itu disetujui oleh Departemen Perdagangan," ujarnya.
Ia mengatakan, pada rapat pembahasan penunjukan tuan rumah FKT Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 2009 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada beberapa kota yang mengajukan diri menjadi tuan rumah di antaranya Manado dan Ujung Pandang.
Terpilihnya NTB sebagai tuan rumah tidak lepas dari upaya Disperindag NTB melakukan berbagai bentuk pendekatan kepada pemerintah pusat.
"Kami melobi pejabat-pejabat pusat dengan berbagai alasan salah satunya NTB merupakan daerah wisata yang sedang tumbuh dan berkembang terutama dengan akan dibangunnya Bandara Internasional Lombok dengan disertai masuknya investor dari Timur Tengah yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata, sehingga perlu lebih banyak promosi," ujarnya.
Ia mengatakan, NTB bisa memperkenalkan produk-produk pariwisatanya kepada daerah lain melalui kegiatan tersebut. Dengan demikian Disperindag sudah menjalankan dua misi sekaligus yaitu dalam bidang perdagangan dan promosi pariwisata daerah.
"Ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara perdagangan dengan pariwisata, sehingga momen ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk menjual pariwisata NTB," ujarnya.
Rusniyati mengatakan, sesuai dengan instruksi Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi, seluruh dinas di lingkungan Provinsi NTB diwajibkan untuk melobi lembaga instansi level pemerintah pusat dan kegiatan kejuaraan olahraga agar melakukan kegiatan nasional di NTB.
Keputusan menjadikan NTB sebagai lokasi wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) tersebut diperhitungkan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat jika semakin banyak wisatawan nusantara yang berkunjung.
NTB mencanangkan target kunjungan wisatawan pada 2009 sebanyak satu juta orang, sementara kunjungan wisatawan tahun 2008 mencapai 500.000 orang. (*)
Kepala Bagian Perdagangan Dalam Negeri, Baiq Rusniyati di Mataram, Jumat, mengatakan, kegiatan nasional FKT Perdagangan Luar Negeri 2009 tersebut akan dimulai tanggal 20-22 April dan dipusatkan di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok Barat, sedangkan FKT Perdagangan Dalam Negeri dimulai tanggal 22-24 April dan dipusatkan di Hotel Sentosa, Senggigi, Lombok Barat, NTB.
Dalam kegiatan FKT Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 2009 tersebut akan diikuti oleh peserta dari Departemen Perdagangan dan seluruh dinas perdagangan di Indonesia.
"Kami telah memperjuangkan pada saat rapat pembahasan di tingkat pusat beberapa waktu lalu, supaya agenda tahunan nasional itu diselenggarakan di NTB, alhamdulillah itu disetujui oleh Departemen Perdagangan," ujarnya.
Ia mengatakan, pada rapat pembahasan penunjukan tuan rumah FKT Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 2009 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada beberapa kota yang mengajukan diri menjadi tuan rumah di antaranya Manado dan Ujung Pandang.
Terpilihnya NTB sebagai tuan rumah tidak lepas dari upaya Disperindag NTB melakukan berbagai bentuk pendekatan kepada pemerintah pusat.
"Kami melobi pejabat-pejabat pusat dengan berbagai alasan salah satunya NTB merupakan daerah wisata yang sedang tumbuh dan berkembang terutama dengan akan dibangunnya Bandara Internasional Lombok dengan disertai masuknya investor dari Timur Tengah yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata, sehingga perlu lebih banyak promosi," ujarnya.
Ia mengatakan, NTB bisa memperkenalkan produk-produk pariwisatanya kepada daerah lain melalui kegiatan tersebut. Dengan demikian Disperindag sudah menjalankan dua misi sekaligus yaitu dalam bidang perdagangan dan promosi pariwisata daerah.
"Ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara perdagangan dengan pariwisata, sehingga momen ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk menjual pariwisata NTB," ujarnya.
Rusniyati mengatakan, sesuai dengan instruksi Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi, seluruh dinas di lingkungan Provinsi NTB diwajibkan untuk melobi lembaga instansi level pemerintah pusat dan kegiatan kejuaraan olahraga agar melakukan kegiatan nasional di NTB.
Keputusan menjadikan NTB sebagai lokasi wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) tersebut diperhitungkan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat jika semakin banyak wisatawan nusantara yang berkunjung.
NTB mencanangkan target kunjungan wisatawan pada 2009 sebanyak satu juta orang, sementara kunjungan wisatawan tahun 2008 mencapai 500.000 orang. (*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026