Chicago (ANTARA) - Harga emas menguat relatif tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ditopang dolar Amerika yang lebih lemah karena investor mencerna keputusan Federal Reserve AS yang memberikan kenaikan suku bunga yang sangat besar sehari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak 30,3 dolar AS atau 1,67 persen, menjadi ditutup di 1.849,9 dolar AS per ounce, memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut.

Emas berjangka terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.819,60 dolar AS pada Rabu (15/6), setelah merosot 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi 1.813,50 dolar AS pada Selasa (14/6), dan anjlok 43,7 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 1.831,80 dolar AS pada Senin (13/6).

Penurunan tajam dalam indeks saham Amerika di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi setelah kenaikan suku bunga terbesar Federal Reserve sejak 1994 juga mendukung emas. Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu untuk menjinakkan inflasi setelah indeks harga konsumen AS naik 8,6 persen YoY di bulan Mei, terbesar sejak 1994.

Baca juga: Emas jatuh akibat dolar dan imbal obligasi AS lebih kuat
Baca juga: Emas melonjak 22,7 dolar AS

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu (15/6) bahwa bank sentral akan memberikan kenaikan besar lainnya pada Juli, tetapi "Kenaikan 75 basis poin hari ini adalah yang luar biasa besar dan saya tidak mengharapkan pergerakan sebesar ini menjadi hal biasa."

 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024