Gitaris Balawan dan mimpi musik Indonesia
Kamis, 30 Juni 2022 17:46 WIB
I Wayan Balawan (kiri) bersama Batuan Ethnic Fusion saat diwawancarai di Damai Beach Resort, Minggu (19/6) pagi. (Teguh Imam W)
Semarang (ANTARA) - Suasana di depan panggung utama pada malam pertama Rainforest World Music Festival (RWMF) Tahun 2022 masih tampak ramai. Ribuan pengunjung memadati lokasi panggung yang berada di kawasan Sarawak Cultural Village, Kuching, Sarawak, Malaysia, Jumat (17/6).
Keramaian itu menjadi semakin meriah ketika Balawan Batuan Ethnic Fusion tampil. Grup musik yang dimotori I Wayan Balawan itu langsung menyedot perhatian penonton.
Racikan musik yang dihadirkan dengan menggabungkan alat musik tradisional dan moderen memukau penonton yang sebagian besar adalah warga Sarawak ditambah wisatawan asing.
Terlebih lagi ketika Balawan, panggilan dari I Wayan Balawan, menunjukkan keahliannya memainkan gitar "double neck" dengan teknik tapping yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kecepatan tangan dua pemain gamelan yang mampu menghasilkan nada-nada indah, ditambah drum dan bass serta permainan gitar Balawan, membuat penonton takjub.
Balawan yang juga mahir memainkan beragam alat musik, salah satunya harmonika, sempat mengajak penonton untuk bergoyang mengikuti alunan nada reggae yang ia hasilkan.
Alhasil, selama penampilan hampir satu jam itu dari pukul 22.30 waktu setempat, Balawan Batuan Ethnic Fusion menunjukkan bahwa mereka memang patut diundang dalam RWMF Tahun 2022 sekaligus memperingati perayaan ke-25 RWMF.
Mimpi musik
Saat ditemui ANTARA di Damai Beach Resort, Sarawak pada Minggu (19/6), Balawan bercerita banyak hal tentang musik Indonesia. Menurut dia, Indonesia mempunyai karakter musik yang dapat mendunia layaknya Korea Selatan dengan K-Pop nya.
"Mereka mampu mengemas dengan bagus, mulai dari wajah yang menarik serta dukungan pemerintah yang kuat," kata Balawan. Sementara Indonesia, punya semua. "Apa yang tidak dipunyai Indonesia?" katanya setengah bertanya. Ia mencontohkan alat musik gamelan yang dapat digunakan untuk beragam jenis musik.
Korea Selatan dengan K-Pop mampu mendunia bahkan menembus pasar Amerika Serikat. Selain itu, dampak ikutan lain yang diterima Korea Selatan adalah nilai ekonomis dari produk yang dihasilkan negeri ginseng tersebut.
Baca juga: Kemenparekraf mendukung Konser Gitaris Pemuda untuk Negeri
Balawan juga mengingatkan perlunya komitmen dari semua pihak untuk menjaga musik tradisional agar tetap lestari di kalangan muda Indonesia. Ia khawatir ketika tidak ada keseriusan untuk meneruskan musik tradisional ke generasi muda. "Memainkan musik tradisional akan menjadi hal yang langka di Indonesia, sementara di luar negeri, sekarang sudah banyak orang asing yang pandai memainkan gamelan misalnya. Mereka cukup belajar dari YouTube," kata Balawan.
Ia yang lahir dan tumbuh besar di Bali termasuk yang harus belajar gamelan karena menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Gamelan banyak digunakan dalam kegiatan keagamaan seperti menikah atau meninggal dunia. Bermain gamelan juga membuat ia lebih mudah untuk memainkan gitar double neck dengan teknik tapping 8 jari.
Keramaian itu menjadi semakin meriah ketika Balawan Batuan Ethnic Fusion tampil. Grup musik yang dimotori I Wayan Balawan itu langsung menyedot perhatian penonton.
Racikan musik yang dihadirkan dengan menggabungkan alat musik tradisional dan moderen memukau penonton yang sebagian besar adalah warga Sarawak ditambah wisatawan asing.
Terlebih lagi ketika Balawan, panggilan dari I Wayan Balawan, menunjukkan keahliannya memainkan gitar "double neck" dengan teknik tapping yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kecepatan tangan dua pemain gamelan yang mampu menghasilkan nada-nada indah, ditambah drum dan bass serta permainan gitar Balawan, membuat penonton takjub.
Balawan yang juga mahir memainkan beragam alat musik, salah satunya harmonika, sempat mengajak penonton untuk bergoyang mengikuti alunan nada reggae yang ia hasilkan.
Alhasil, selama penampilan hampir satu jam itu dari pukul 22.30 waktu setempat, Balawan Batuan Ethnic Fusion menunjukkan bahwa mereka memang patut diundang dalam RWMF Tahun 2022 sekaligus memperingati perayaan ke-25 RWMF.
Mimpi musik
Saat ditemui ANTARA di Damai Beach Resort, Sarawak pada Minggu (19/6), Balawan bercerita banyak hal tentang musik Indonesia. Menurut dia, Indonesia mempunyai karakter musik yang dapat mendunia layaknya Korea Selatan dengan K-Pop nya.
"Mereka mampu mengemas dengan bagus, mulai dari wajah yang menarik serta dukungan pemerintah yang kuat," kata Balawan. Sementara Indonesia, punya semua. "Apa yang tidak dipunyai Indonesia?" katanya setengah bertanya. Ia mencontohkan alat musik gamelan yang dapat digunakan untuk beragam jenis musik.
Korea Selatan dengan K-Pop mampu mendunia bahkan menembus pasar Amerika Serikat. Selain itu, dampak ikutan lain yang diterima Korea Selatan adalah nilai ekonomis dari produk yang dihasilkan negeri ginseng tersebut.
Baca juga: Kemenparekraf mendukung Konser Gitaris Pemuda untuk Negeri
Balawan juga mengingatkan perlunya komitmen dari semua pihak untuk menjaga musik tradisional agar tetap lestari di kalangan muda Indonesia. Ia khawatir ketika tidak ada keseriusan untuk meneruskan musik tradisional ke generasi muda. "Memainkan musik tradisional akan menjadi hal yang langka di Indonesia, sementara di luar negeri, sekarang sudah banyak orang asing yang pandai memainkan gamelan misalnya. Mereka cukup belajar dari YouTube," kata Balawan.
Ia yang lahir dan tumbuh besar di Bali termasuk yang harus belajar gamelan karena menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Gamelan banyak digunakan dalam kegiatan keagamaan seperti menikah atau meninggal dunia. Bermain gamelan juga membuat ia lebih mudah untuk memainkan gitar double neck dengan teknik tapping 8 jari.
Pewarta : Teguh Imam Wibowo
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026