Jakarta (ANTARA) - Aktris Rachel Amanda mengungkapkan pendekatan yang digunakan oleh tim produksi film "Monster Pabrik Rambut" untuk membangun karakter Putri, termasuk pengaruh penggunaan lensa kontak khusus dan pengaturan ritme dialog pada tokoh utama film tersebut.

Amanda mengatakan lensa kontak yang digunakannya memiliki diameter sedikit lebih besar dari ukuran normal matanya untuk menciptakan kesan tertentu pada karakter yang ia mainkan, tanpa membuat tampilan terlihat mencolok.

"Tapi nambah diameter dikit. Jadi bukannya kayak contact lens hitam yang agak-agak Jepang anime gitu, enggak gitu," kata Amanda di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.

Menurut dia, perubahan kecil tersebut cukup untuk memunculkan rasa tidak nyaman atau keanehan pada bagian mata saat memerankan karakter Putri.

"Itu tuh udah ngasih looks yang kayak, rasanya tuh kalau nonton film gini, 'Itu tuh matanya kayak ada yang aneh, nih. Apa ya?' Enggak sih, gitu. Kayak matanya biasa aja, gitu," ujarnya.

Selain penampilan visual, tim produksi juga mengatur cara para pemain berbicara untuk menggambarkan kondisi pekerja pabrik yang mengalami kurang tidur.

Rachel menjelaskan dialog dibuat tidak selalu mengalir normal, dengan tempo yang berubah-ubah untuk memperkuat suasana cerita.

Baca juga: Film "Monster Pabrik Rambut" mengumumkan tayang di Festival Film Berlin

"Kadang kayak ngomongnya tuh rada ngelantur, kadang cepet, kadang enggak, gitu. Nah, ini tuh dikondisikan gimana sebenarnya dalam situasi biasa aja udah janggal," katanya.

Upaya membangun atmosfer film juga dilakukan melalui tata rias. Departemen makeup membuat efek mata cekung pada para pemain dengan tingkat yang berbeda-beda sesuai kondisi karakter dalam cerita.

Baca juga: "Godzilla vs Kong", pertarungan dahsyat dua monster ikonik

"Sudah berapa hari kurang tidur itu pasti beda dengan yang baru seharian aja enggak tidur. Misalnya gitu," ujar Rachel.

Ia menambahkan seluruh elemen tersebut dirancang secara kolaboratif oleh tim produksi untuk menciptakan suasana yang mendukung narasi film dan memperkuat pengalaman penonton dalam mengikuti kisah yang diangkat.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026