Fariz RM, Deddy Dhukun dan Mus Mujiono gelar konser
Kamis, 7 Juli 2022 8:16 WIB
Poster konser "Semua Jadi Satu" yang menampilkan Deddy Dhukun, Fariz RM dan Mus Mujiono. (ANTARA/Kolam Ikan Creative Communications)
Jakarta (ANTARA) - Tiga musisi Indonesia Fariz RM, Deddy Dhukun dan Mus Mujiono akan menggelar konser bertajuk "Semua Jadi Satu" pada 29 Juli 2022 di Balai Sarbini, Jakarta. Project director konser "Semua Jadi Satu" Iwan Kurniawan mengatakan, konser ini merupakan penghargaan bagi para legenda musik Indonesia.
"Konser ini merupakan bukti bahwa karya-karya musik dari para legenda tidak akan pernah hilang, dan bisa terus dinikmati oleh pencinta musik Indonesia dari berbagai generasi. Tentu saja, akan ada banyak elemen dalam konser yang akan menambah keseruan, tidak hanya sekedar sing along, " kata Iwan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Kamis.
Iwan menambahkan, animo masyarakat untuk menyaksikan konser ini pun cukup tinggi. "Ini terbukti dengan tiket Bronze yang sold out hanya beberapa hari setelah kita open ticket sale," katanya.
Baca juga: Sandiaga dukung kebangkitan industri musik setelah COVID-19
Bagi generasi pencinta musik yang lahir pada tahun 60-70-an, pasti mengenal tiga nama besar ini, dan karena mengalami musik era 80-an di usia remaja. Era ini dikenang sebagai masa dimana berbagai genre musik saling melahirkan karya terbaik, fenomenal dan sedang mencapai puncak kejayaannya.
Di industri musik Indonesia, Deddy Dhukun, Fariz RM dan Mus Mujiono, adalah musisi, vokalis sekaligus pencipta lagu, yang karya-karyanya dianggap tetap dicari dan dinikmati hingga kini. Bahkan tidak jarang, banyak artis muda yang mencoba melahirkan kembali karya–karya musik bernuansa 80-an.
Menyatukan tiga musisi besar ini dalam satu konser musik, di satu sisi menjadi tantangan, agar tak sekadar menjual nostalgia. Dengan menampilkan beberapa gimmick dan aspek kejutan, diharapkan mampu mengemas konser dengan penampilan dan konsep yang segar.
Baca juga: Road to Sanfest 2022 bukti mulai pulihnya pariwisata
Fariz RM mengatakan bahwa konser ini tidak hanya menampilkan lagu-lagu hits, tapi juga bagaimana perjalanan musik mereka sampai seperti sekarang, dan sisi lain kehidupan bermusik mereka. "Dalam konser nanti, tidak hanya lagu-lagu, tapi bagaimana proses kreatif sebuah masterpiece lahir, dan bagaimana perjuangan kami hingga mencapai seperti sekarang yang akan kami ungkap," kata Fariz.
Ketiga legenda ini akan menampilkan beberapa karyanya yang pasti sudah banyak dikenal, dan mewakili album hits mereka, mulai dari "Masih Ada", "Keraguan", "Barcelona", "Sakura", "Arti Kehidupan" dan "Tanda Tandanya". Pembelian dan pemesanan tiket sudah bisa dilakukan mulai 1 Juli 2022, melalui laman web motikdong.com. Tiket dibanderol mulai dari harga Rp250 ribu hingga Rp1 juta.
"Konser ini merupakan bukti bahwa karya-karya musik dari para legenda tidak akan pernah hilang, dan bisa terus dinikmati oleh pencinta musik Indonesia dari berbagai generasi. Tentu saja, akan ada banyak elemen dalam konser yang akan menambah keseruan, tidak hanya sekedar sing along, " kata Iwan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Kamis.
Iwan menambahkan, animo masyarakat untuk menyaksikan konser ini pun cukup tinggi. "Ini terbukti dengan tiket Bronze yang sold out hanya beberapa hari setelah kita open ticket sale," katanya.
Baca juga: Sandiaga dukung kebangkitan industri musik setelah COVID-19
Bagi generasi pencinta musik yang lahir pada tahun 60-70-an, pasti mengenal tiga nama besar ini, dan karena mengalami musik era 80-an di usia remaja. Era ini dikenang sebagai masa dimana berbagai genre musik saling melahirkan karya terbaik, fenomenal dan sedang mencapai puncak kejayaannya.
Di industri musik Indonesia, Deddy Dhukun, Fariz RM dan Mus Mujiono, adalah musisi, vokalis sekaligus pencipta lagu, yang karya-karyanya dianggap tetap dicari dan dinikmati hingga kini. Bahkan tidak jarang, banyak artis muda yang mencoba melahirkan kembali karya–karya musik bernuansa 80-an.
Menyatukan tiga musisi besar ini dalam satu konser musik, di satu sisi menjadi tantangan, agar tak sekadar menjual nostalgia. Dengan menampilkan beberapa gimmick dan aspek kejutan, diharapkan mampu mengemas konser dengan penampilan dan konsep yang segar.
Baca juga: Road to Sanfest 2022 bukti mulai pulihnya pariwisata
Fariz RM mengatakan bahwa konser ini tidak hanya menampilkan lagu-lagu hits, tapi juga bagaimana perjalanan musik mereka sampai seperti sekarang, dan sisi lain kehidupan bermusik mereka. "Dalam konser nanti, tidak hanya lagu-lagu, tapi bagaimana proses kreatif sebuah masterpiece lahir, dan bagaimana perjuangan kami hingga mencapai seperti sekarang yang akan kami ungkap," kata Fariz.
Ketiga legenda ini akan menampilkan beberapa karyanya yang pasti sudah banyak dikenal, dan mewakili album hits mereka, mulai dari "Masih Ada", "Keraguan", "Barcelona", "Sakura", "Arti Kehidupan" dan "Tanda Tandanya". Pembelian dan pemesanan tiket sudah bisa dilakukan mulai 1 Juli 2022, melalui laman web motikdong.com. Tiket dibanderol mulai dari harga Rp250 ribu hingga Rp1 juta.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Malaysia anggarkan RM30 juta RM untuk tingkatkan kapasitas jurnalis
15 June 2025 6:01 WIB
Soal sosok RM Margono, Sygma Research nuwun sewu pada masyarakat Banyumas
19 March 2025 11:26 WIB, 2025
RM BTS ungkapkan pembuatan "Indigo" hingga melepas Jin wajib militer
19 December 2022 13:22 WIB, 2022
Fariz RM, Vina Panduwinata, Deddy Dhukun, Mus Mujiono akan tur di 2023
13 December 2022 8:22 WIB, 2022
Jumat siang ini, RM BTS merilis album solonya "Indigo" (Wild Flower)
02 December 2022 11:54 WIB, 2022