Mataram (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengapresiasi kemajuan pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pelayanan K3 di NTB ini sudah cukup baik dan telah menerapkan standar-standar yang ditentukan, bahkan capaian kinerjanya setiap tahun selalu melampaui target," kata Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker Haiyani Rumondang pada workshop Pencegahan dan Pengendalian Kasus TB serta strategi DOTS di Mataram, Selasa.

Ia juga mengapresiasi langkah Disnakertrans NTB yang memprogramkan peningkatan peralatan Laboratorium J3 Pulau Lombok, dan juga membangun Laboratorium K3 di Pulau Sumbawa dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Menurut dia, keberadaan peralatan dan proses layanan Laboratorium K3 pada UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Lombok di bawah kendali Disnakertrans NTB ke depan dapat meningkatkan pelayanan K3. Terlebih lagi laboratorium K3 ini merupakan salah satu sumber PAD yang potensial.

"Dengan mengalokasikan anggaran untuk biaya perawatan peralatan hibah dari Kemenaker, sekaligus melakukan modernisasi peralatan atau pengadaan peralatan baru untuk melengkapi yang sudah ada serta peningkatan kapasitas SDM-nya," kata dia.

Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan saat ini NTB sedang menjadi sorotan dunia. Oleh karena itu, selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, pemilik badan usaha perlu juga meningkatkan kondisi lingkungan kerja untuk menghindari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

"Lingkungan kerja yang baik, higienis, dan sehat akan membuat nyaman pekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Meningkatnya produktivitas tentu meningkatkan produktivitas perusahaan yang pada akhirnya membantu meningkatkan perekonomian negara," ujar Aryadi.

Ia mengatakan adanya workshop adalah bagian upaya pemerintah untuk memastikan proses yang terjadi di perusahaan harus benar-benar menerapkan standar K3, seperti menguji secara berkala setiap peralatan yang digunakan, lingkungan kerja, bahkan tata kelola kelembagaan. Hal tersebut menjadi penting, karena dapat memastikan setiap proses yang terjadi benar-benar mencapai kemaslahatan, keselamatan dan kesejahteraan.

"Harus dipastikan bahwa seluruh proses yang terjadi dalam suatu perusahaan menaati Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Kita harus terus melakukan pembinaan agar NTB Gemilang Indonesia maju bisa diwujudkan," kata mantan Irbansus pada Inspektorat NTB tersebut.

Aryadi berharap sejumlah perusahaan yang sudah mendapatkan Penghargaan K3 pada 2021 untuk terus mempertahankan prestasi tersebut. Bagi perusahaan yang belum memperoleh penghargaan untuk terus berusaha mengupayakan terwujudnya K3 agar tidak lagi terjadi kecelakaan kerja.

"Kami berharap NTB dapat memperoleh Penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenaker apresiasi kemajuan pelayanan K3 di NTB

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024