Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan dirinya enggan untuk memikirkan absennya beberapa pemain Persis Solo jelang pertemuan kedua tim pada pekan ke-9 Liga 1 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu nanti.

Dikutip dari situs resmi klub, Kamis, Seto mengatakan absennya beberapa pemain Persis Solo bukan merupakan sebuah keuntungan untuk skuad Super Elang Jawa. "Menurut saya dengan Persis yang tidak dibela oleh tiga pemain pentingnya bukan menjadi keuntungan buat kami. Karena seperti yang kita tahu, kualitas pemain Persis merata dan secara kualitas juga sangat bagus," terang Seto.

"Sebenarnya hal serupa juga terjadi dengan PSS. Kami kehilangan lebih dari sembilan pemain karena cedera. Bahkan, hari ini masih ada beberapa pemain yang tetap menjalani latihan di pinggir lapangan," sambung dia.

Menurutnya, saat ini masih banyak hal yang perlu dievaluasi oleh timnya, namun dalam beberapa hari ke depan mereka akan fokus ke bagaimana mereka bertahan serta memaksimalkan penyelesaian akhir.

Mantan pemain timnas Indonesia itu melanjutkan, mengenai suporter PSS maupun Persis yang kemungkinan tidak akan mengisi stadion pada laga nanti, Seto menuturkan ia sangat menghargai dan menghormati keputusan masing-masing suporter. "Kami sangat menghargai dan menghormati keputusan teman-teman suporter baik PSS maupun Persis. Semoga ke depan semakin membaik, dewasa dan damai," jelas Seto.

Jelang pertandingan ini, Seto dibayang-bayangi catatan kurang memuaskan ketika bermain di kandang sendiri di mana PSS baru sekali mencatatkan kemenangan ketika mengalahkan Barito Putera dengan skor 1-0 pada pekan ke-4 Liga 1 Indonesia.

Baca juga: Pelatih PSS minta pemain tampil lepas demi hasil maksimal
Baca juga: Persib bawa 22 pemain hadapi PSS di Sleman

Pada tiga pertandingan lainnya yang mereka mainkan di kandang, tercatat PSS Sleman harus menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari PSM Makassar, 0-1 dari Persib Bandung serta Persebaya Surabaya.



 

Pewarta : Aldi Sultan
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024