Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen pada Sabtu (24/1) mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengindikasikan bahwa pasukan NATO non-AS tidak berada di garis depan saat bertugas di Afghanistan.
"Sangat tidak bisa diterima bahwa presiden AS mempertanyakan upaya para prajurit sekutu di Afghanistan," sebut Frederiksen di Instagram.
Dia menekankan bahwa Denmark termasuk di antara negara-negara NATO yang mengalami jumlah korban jiwa terbesar per kapita.
Baca juga: Denmark bentuk zona militer di Greenland, simpan peralatan tempur
Trump mengatakan kepada Fox Business pada Kamis (22/1) bahwa AS tidak pernah membutuhkan tentara non-AS. "Mereka akan mengatakan telah mengirim sejumlah pasukan ke Afghanistan dan sebagainya. Dan mereka memang melakukannya. Mereka berada di belakang, agak jauh dari garis depan," ujar Trump.
Pernyataan Trump telah memicu kemarahan luas. PM Inggris Keir Starmer pada Jumat (23/1) mengatakan Trump harus meminta maaf atas pernyataannya yang keliru, menyebut ucapan presiden AS itu menghina" dan "menjijikkan.
Menurut media Denmark, para veteran Denmark akan menggelar pawai dari Kastellet di Kopenhagen menuju Kedutaan Besar AS untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap pernyataan Trump.
Baca juga: Denmark tolak jual Greenland ke AS: Prinsip tak bisa ditawar
Baca juga: Di tengah klaim Trump, PBB tegaskan Greenland milik Denmark
Pewarta : Abdul Hakim
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026