"Jadi, bantuan sapi Presiden Prabowo satu diberikan untuk provinsi dan masing-masing kabupaten kota dapat satu, sehingga jumlah yang kita dapatkan 11 ekor,"

Mataram (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan bantuan 11 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Amir mengatakan sapi bantuan presiden itu diberikan masing-masing satu ekor untuk (Pemprov) NTB dan 10 pemerintah kabupaten/kota di NTB.

"Jadi, bantuan sapi Presiden Prabowo satu diberikan untuk provinsi dan masing-masing kabupaten kota dapat satu, sehingga jumlah yang kita dapatkan 11 ekor," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia mengatakan untuk penetapan tempat di mana hewan kurban ini dipotong oleh masing-masing kabupaten/kota sudah diberikan daftarnya dan sudah dikirimkan ke Sekretariat Negara (Setneg).

Terkait seberapa berat sapi bantuan dari presiden tersebut, Amir, mengatakan untuk ukuran sapi tentu yang paling besar dan terberat di daerah itu.

"Dari hasil survei itu terberat di atas 900 kilogram," katanya.

Amir menambahkan untuk sapi bantuan presiden yang diberikan ke Pemprov NTB sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal diserahkan untuk di potong di Masjid Al Hidayah Kabupaten Bima.

"Kenapa Masjid Al Hidayah, karena pak gubernur ingin untuk provinsi digilir di kabupaten/kota. Kebetulan beberapa kali kunjungan presiden ke NTB shalat di sana (Masjid Al Hidayah) dari kunjungan Jokowi, sebelumnya SBY dan Prabowo," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhammad Riadi mengatakan pihaknya sudah melakukan penilaian calon sapi kurban bantuan presiden di masing-masing kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota mengusulkan tiga calon sapi kurban, kemudian dipilih satu ekor.

"Masing-masing kabupaten itu dapat satu ekor, kemudian provinsi satu ekor. Jadi, NTB dapat hewan kurban bantuan presiden itu sebanyak 11 ekor," ujarnya.

Riadi mengakui Tim Disnakeswan bersama Biro Kesra Setda NTB telah melakukan penilaian ke kabupaten/kota. Setelah itu diajukan ke Setneg untuk ditetapkan.

Dia mengungkapkan bobot sapi bantuan presiden yang paling berat mencapai 1,007 ton dari peternak di Kabupaten Lombok Utara.

"Paling berat itu dari Lombok Utara, ada 1 ton 7 kilogram. Itu yang paling berat sementara data yang masuk," ucap Riadi.

Terkait harga sapi dengan bobot paling berat yang berasal dari Lombok Utara, Riadi menyebutkan peternak menawarkan harga sebesar Rp200 juta. Namun, kemungkinan harganya di bawah itu, karena nanti ada negosiasi harga oleh Setneg. Nantinya, Setneg juga menghitung biaya mobilisasi sapi kurban tersebut.

"Kalau itu (harga) ditetapkan Setneg nanti bukan kita, kita hanya mengusulkan saja dan mencoba bernegosiasi kalau harganya di luar kewajaran," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026