Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan izin pembangunan "seaplane" untuk pendaratan pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah sampai dengan saat ini masih dalam proses di pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Ervan Anwar mengatakan bahwa progres izin pembangunan seaplane untuk pendaratan pesawat amfibi di Bendungan Batujai, masih berada di pemerintah pusat.
"Sedang berproses, kan ndak hari ini kita minta izin langsung hari itu juga ditanda tangan kan. Pasti semua butuh proses, tapi kita tetap berkomunikasi," ujarnya di Mataram, Minggu.
Menurut dia, seluruh pengajuan dokumen untuk "seaplane" ini sudah dikirimkan pemerintah daerah ke pemerintah pusat, sehingga diharapkan dapat dituntaskan. Terutama pemenuhan perizinan, baik dari sisi perhubungan udara maupun pemanfaatan ruang perairannya.
"Sejak dari awal kita kirim. Misalnya, kalau di PU izin pemanfaatan budidaya-nya. Kan (Bendungai Batujai) di bawah BWS. Kemenhub untuk izin pemindahan kapal pesawatnya gitu, seperti apa kita tunggu saja," tegas Ervan Anwar.
Ia menyatakan konsep seaplane ini menggabungkan moda transportasi udara dan perairan, sehingga tidak memerlukan landasan pacu konvensional seperti bandara pada umumnya. Cukup dengan run way (di perairan) sepanjang sekitar 400 meter, pesawat sudah bisa lepas landas dan mendarat."
Seaplane ini tidak butuh run way yang panjang sebagaimana di bandara pada umumnya, kalau di atas air cukup dengan panjang 400 meter untuk take-off dan landing," terangnya. Menurut dia, kehadiran seaplane akan membuka konektivitas antar destinasi wisata jarak pendek di NTB, seperti gugusan Gili Tramena, Gili di sekitar Sekotong, di Lombok Timur bahkan di Teluk Saleh, hingga kawasan lain yang sulit dijangkau dengan cepat melalui jalur darat atau laut.
Baca juga: Gubernur NTB Lalu Iqbal bangga putra daerah jadi komisaris MGPA Mandalika
"Ini untuk spot-spot wisata jarak pendek, sehingga wisatawan bisa mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat," ujarnya.
Ditanya jenis pesawat apa yang nantinya akan mendarat bila seaplane tersebut, Ervan menegaskan belum mengetahui jenis pesawat lantaran perizinan-nya ditangani oleh pemerintah pusat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa segmen pasar utama layanan ini adalah wisatawan kelas menengah ke atas atau premium yang memiliki keterbatasan waktu namun ingin menjangkau banyak destinasi sekaligus.
Baca juga: Muhammadiyah mendukung pembangunan rumah sakit di Lombok Timur
"Sasarannya memang wisatawan premium, yang waktunya singkat tapi ingin mengunjungi banyak tempat," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Kemenhub mendukung pembangunan seaplane di NTB melalui pemberian kemudahan izin bagi investor yang akan mengoperasikan seaplane tersebut."
"Kami memudahkan pengelola hotel atau pelaku wisata untuk bisa mengoperasikan pesawat sipil. Jadi, regulasi itu kita berikan keleluasaan kepada pengelola untuk bisa memiliki atau mengoperasikan seaplane," ujar Dudy saat meninjau kesiapan angkutan Lebaran di Mataram, NTB, Sabtu (28/2).I
Ia berharap kehadiran seaplane tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di NTB."
"Seaplane itu salah satu alternatif dalam penggunaan transportasi. Apalagi Batujai terkoneksi langsung dengan Bandara Internasional Lombok," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026