Lombok Timur (ANTARA) - Bank Indonesia memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Yatama Wal Masakin, di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berupa dua sumur bor dan sembilan kincir air senilai Rp130 juta.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Heru Saptaji, kepada Pimpinan Ponpes Darul Yatama Wal Masakin Tuan Guru Haji (TGH) Saipul Islam, MA, di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (28/9/2022).

"Insya Allah bantuan yang kami sampaikan merupakan amanah dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk membantu mengatasi kesulitan air bersih dan meningkatkan kapasitas ekonomi pondok pesantren," kata Heru Saptaji.

Ia mengatakan pihaknya memberikan bantuan dua unit sumur bor karena warga pondok pesantren dan masyarakat Kecamatan Jerowaru, masih kesulitan air memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau. Bahkan, mereka harus ditopang dengan bantuan air bersih yang diangkut dari daerah lain menggunakan mobil tangki.

"Bantuan pembangunan dua unit sumur bor tersebut mudahan memberikan kemaslahatan, baik bagi warga santri dan juga masyarakat Jerowaru yang membutukan kebutuhan air primer," ujarnya.

Heru juga berharap bantuan sembilan unit kincir air bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas dari budi daya udang vaname yang menjadi salah satu andalan dari aktivitas ekonomi produktif yang dijalankan oleh pondok pesantren.

Menurut dia, udang vaname adalah salah satu komoditas yang menguntungkan dengan potensi pasar domestik dan ekspor yang cukup besar.

Oleh sebab itu, pihaknya juga ingin agar pengelola tambak udang vaname Ponpes Darul Yatama Wal Masakin, lebih profesional dalam teknik budi daya. Caranya adalah dengan mendatangkan pakar udang vaname untuk berbagi ilmu pengetahuan.

"Semoga ikhtiar dan sinergi Bank Indonesia dengan Ponpes Darul Yatama Wal Masakin, dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT, dan memberikan keberkahan bagi masyarakat dan kesejahteraan umat di wilayah Jerowaru dan sekitarnya," katanya.

Pimpinan Ponpes Darul Yatama Wal Masakin Tuan Guru Haji (TGH) Saipul Islam, MA, mengakui air bersih menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat di Kecamatan Jerowaru, terutama pada saat musim kemarau.

"Biasanya setiap musim kemarau debit airnya menjadi masalah, meskipun ada sumur bor masih belum maksimal juga untuk menampung air, tapi kalau musim hujan debit air relatif besar," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya berupaya agar bagaimana air bersih bisa selalu tersedia agar para santri, terutama yang tinggal di asrama tetap nyaman. Hal itu dilakukan dengan cara membeli air dengan harga Rp150 ribu per satu mobil tangki per hari pada saat kondisi krisis air bersih.

"Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh bank Indonesia, yang telah tulus ikhlas membantu pondok pesantren kami dalam penyediaan sarana air bersih dengan bantuan sumur bor. Tentu itu sangat bermanfaat dan berguna terlebih di musim kemarau saat ini," ucap TGH Saipul.

Ia juga mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan sembilan unit kincir air untuk menunjang budi daya udang vaname yang dilakukan oleh pengurus pondok pesantren. Aktivitas ekonomi tersebut merupakan salah satu sumber pemasukan untuk membiayai operasional pondok pesantren.

"Biaya operasional pondok pesantren 80 persennya dari hasil usaha mandiri. Kami mengelola satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mengembangkan peternakan sapi, dan tambak udang vaname," katanya.

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024