Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta masyarakat mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis tiga atau booster sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memutus rantai penyebaran COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Senin, mengatakan vaksinasi booster memiliki efikasi mencegah penularan COVID-19 di atas 90 persen. "Tingkat efikasi dua kali vaksin terhadap penularan COVID-19 sekitar 63 persen, tapi jika ditambah 'booster' bisa mencapai di atas 90 persen," katanya.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi terjadinya tren peningkatan terhadap kasus COVID-19 di Kota Mataram sejak Oktober 2022, yang didominasi oleh pelaku perjalanan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB per 6 November 2022, tercatat kasus COVID-19 di Mataram sebanyak 116 pasien yang masih isolasi dan rata-rata isolasi mandiri karena gejala ringan.

"Dari data itu, informasi dari Dinkes NTB belum ada ditemukan kasus COVID-19 varian XBB. Rata-rata pasien tersebut terpapar COVID-19 varian Omicron," katanya.

Terkait dengan itu, lanjutnya, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 masyarakat diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan melalui gerakan 5M plus yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas, plus melakukan vaksinasi.

Untuk vaksinasi, sampai saat ini masih diberikan layanan gratis di 11 puskesmas se-Kota Mataram, dan RSUD Kota Mataram. Masyarakat tinggal datang untuk mendapatkan vaksin COVID-19 baik itu dosis pertama, kedua, maupun ketiga sebab stok dosis vaksin selalu tersedia.

"Masyarakat yang sudah melakukan vaksin primer (dosis pertama dan kedua), kita harapkan bisa melakukan booster. Selain untuk meningkatkan imun juga untuk meningkatkan cakupan vaksin dosis tiga di Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Stok vaksin penguat tahap dua untuk nakes di Kota Mataram kosong
Baca juga: Transisi pandemi menuju endemi harus penuhi tiga syarat

Pasalnya, berdasarkan data Dinkes Provinsi NTB per 6 November 2022, cakupan vaksin booster di Kota Mataram tercatat 81.296 jiwa atau baru 25,76 persen. Sedangkan dosis pertama sudah mencapai 118,04 persen atau 372.519 jiwa, dan dosis kedua tercatat 288.358 jiwa atau 91,37 persen.

"Harapan kita, cakupan booster bisa seimbang dengan cakupan dosis pertama dan kedua," katanya.
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024