Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, tingkat hunian kamar hotel dan homestay di daerah setempat tidak penuh pada ajang Wolrd Superbike (WSBK) yang telah digelar Di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, 11-13 November 2022.

"Pada ajang WSBK 2022 ini tidak semua penginapan di Lombok Tengah penuh," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lendek Jayadi di Praya, Selasa.

Ia mengatakan, dari 3527 kamar hotel dan homestay yang ada di Lombok Tengah, sekitar 85 persen yang terisi. Namun, rata-rata kamar hotel terisi penuh, hanya saja yang banyak kosong itu homestay. "Kalau Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) kita terisi, hanya homestay yang banyak kosong," katanya. 

Dengan kondisi ini, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait, sehingga ke depan diharapkan semua kamar hotel dan homestay pada ajang WSBK dan MotoGP 2023 mendatang.   "Kita akan evaluasi, secara detail belum bisa kita sampaikan data tingkat hunian kita," katanya. 

Sebelumnya, penonton pada ajang World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika tembus 51.000, tetapi lalu lintas di jalan raya lancar tanpa macet setelah diberlakukan rekayasa lalu lintas oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB.

Baca juga: Pengiriman logistik WSBK 2022 dari Bandara Lombok selesai
Baca juga: Kadispar: tingkat hunian kamar saat WSBK Mandalika 2022 tidak penuh

"Alhamdulillah, meski penonton WSBK pada hari terkahir ini, membeludak hingga 51.000 lebih, namun lalu lintas tetap lancar," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo.

Ajang WSBK itu berjalan lancar berkat kerjasama semua pihak, dan kesadaran masyarakat NTB saat berlalu lintas. Perencanaan yang baik dari awal dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi kemacetan, mulai dari survey lapangan, melakukan koordinasi dengan semua pihak. "Membuat desain pengelompokan penonton sesuai warna tiket, untuk diarahkan menuju tempat jalur parkir saat menonton WSBK di Sirkuit Mandalika," katanya. 



 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024