Praya, NTB (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Abdullah Azwar Anas meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan anggaran dalam program peningkatan gizi ibu hamil.

"Kita ingin mewujudkan birokrasi profesional dan berkelas dunia, sehingga anak yang masih dalam kandungan menjadi fokus kita dalam meningkatkan sumber daya manusia," katanya saat meresmikan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lombok Tengah di Praya, Rabu.

Ia mengatakan, bayi di bawah usia dua tahun sangat rentan terkena stunting, sehingga peningkatan gizi ibu hamil harus ditingkatkan.

"Stunting ini harus tuntas sesuai target Presiden Jokowi di 2024," katanya.

Ia mengatakan, jika anak yang dilahirkan tumbuh dengan baik, diharapkan memiliki SDM yang lebih baik, sehingga penting dilakukan pendataan untuk Ibu Hamil dan bayi lahir. Hal itu dilakukan supaya lebih mudah dalam hal pelaksanaan program untuk mendukung penurunan stunting.

"Jadi pemerintah daerah harus meningkatkan anggaran untuk penambahan gizi ibu hamil. Kalau kepedulian sosialnya di Lombok Tengah cukup baik," katanya.

Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, kasus stunting di Lombok Tengah saat ini telah menurun menjadi 19 persen dari sebelumnya 20 persen 2022 dari prevalensi kasus stunting 2018 mencapai 30,05 persen.

"Kasus stunting di Lombok Tengah telah turun di angka 18.680 balita," katanya.

Untuk menurunkan angka kasus stunting sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah pusat pada 2024 di angka 14 persen, pemerintah daerah telah melakukan berbagai program termasuk melibatkan semua dinas dan pemerintah desa.

"Program yang dilaksanakan penambahan pemberian gizi makanan dan pengukuran serentak dengan melibatkan dinas pendidikan," demikian Lalu Pathul Bahri.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpan RB: NTB harus fokus tingkatan gizi ibu hamil

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024