Harga emas merosot 0,81 persen
Jumat, 12 Mei 2023 6:47 WIB
Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Antam Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (14/3/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom
Chicago (ANTARA) - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut karena dolar AS menguat di tengah spekulasi investor bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot 16,60 dolar AS atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 2.020,50 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.047,60 dolar AS dan terendah di 2.016,70 dolar AS.
Emas berjangka tergelincir 5,80 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 2.037,10 dolar AS pada Rabu (10/5/2023), setelah terkerek 9,70 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 2.042,90 dolar AS pada Selasa (9/5/2023), dan meningkat 8,40 dolar AS atau 0,41 persen menjadi 2.033,20 dolar AS pada Senin (8/5/2023).
Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,7 persen menjadi 102,06, menunjukkan tingkat tertinggi dalam lebih dari seminggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (11/5/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,2 persen pada April, lebih rendah dari yang diharapkan. Secara tahunan, IHP naik 2,3 persen, turun dari 2,7 persen pada Maret dan pembacaan terendah sejak Januari 2021. Angka IHP yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan pelonggaran inflasi, namun masih tergolong tinggi yang semakin meredam emas.
Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 22.000 ke penyesuaian musiman 264.000 untuk pekan yang berakhir 6 Mei, pembacaan tertinggi sejak Oktober 2021. Para ekonom memperkirakan untuk 245.000 klaim.
Selama acara di Northern Michigan University di Marquette, Michigan, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Kamis (11/5/2023) bahwa periode suku bunga tinggi yang diperpanjang akan diperlukan jika inflasi tetap tinggi. "Ada beberapa bukti inflasi tinggi turun, tapi sejauh ini cukup bertahan," kata Kashkari.
Baca juga: Harga emas menguat dalam perdagangan teknikal, fokus pada data inflasi AS
Baca juga: Emas menguat setelah Fed indikasikan jeda kenaikan suku bunga
Tetapi prospek perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan kemungkinan gagal bayar negara itu membuat logam kuning itu berada di atas 2.000 dolar AS, di tengah permintaan safe haven yang stabil. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 1,234 dolar AS atau 4,81 persen, menjadi ditutup pada 24,424 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 14,10 dolar AS atau 1,26 persen, menjadi menetap pada 1.105 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot 16,60 dolar AS atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 2.020,50 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.047,60 dolar AS dan terendah di 2.016,70 dolar AS.
Emas berjangka tergelincir 5,80 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 2.037,10 dolar AS pada Rabu (10/5/2023), setelah terkerek 9,70 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 2.042,90 dolar AS pada Selasa (9/5/2023), dan meningkat 8,40 dolar AS atau 0,41 persen menjadi 2.033,20 dolar AS pada Senin (8/5/2023).
Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,7 persen menjadi 102,06, menunjukkan tingkat tertinggi dalam lebih dari seminggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (11/5/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,2 persen pada April, lebih rendah dari yang diharapkan. Secara tahunan, IHP naik 2,3 persen, turun dari 2,7 persen pada Maret dan pembacaan terendah sejak Januari 2021. Angka IHP yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan pelonggaran inflasi, namun masih tergolong tinggi yang semakin meredam emas.
Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 22.000 ke penyesuaian musiman 264.000 untuk pekan yang berakhir 6 Mei, pembacaan tertinggi sejak Oktober 2021. Para ekonom memperkirakan untuk 245.000 klaim.
Selama acara di Northern Michigan University di Marquette, Michigan, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Kamis (11/5/2023) bahwa periode suku bunga tinggi yang diperpanjang akan diperlukan jika inflasi tetap tinggi. "Ada beberapa bukti inflasi tinggi turun, tapi sejauh ini cukup bertahan," kata Kashkari.
Baca juga: Harga emas menguat dalam perdagangan teknikal, fokus pada data inflasi AS
Baca juga: Emas menguat setelah Fed indikasikan jeda kenaikan suku bunga
Tetapi prospek perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan kemungkinan gagal bayar negara itu membuat logam kuning itu berada di atas 2.000 dolar AS, di tengah permintaan safe haven yang stabil. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 1,234 dolar AS atau 4,81 persen, menjadi ditutup pada 24,424 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 14,10 dolar AS atau 1,26 persen, menjadi menetap pada 1.105 dolar AS per ounce.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HRTA mengantongi laba Rp700,01 miliar pada semester I 2026, naik 100,86 persen
04 August 2026 7:16 WIB
Harga emas Antam, Galeri24, UBS di Pegadaian hari ini serentak turun harga pada Rabu
08 July 2026 9:52 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Utamakan keselamatan, Wings Air batalkan sementara penerbangan berjadwal dari dan ke Ende
15 August 2026 16:01 WIB
Gapasdap: kebakaran KMP Putri Yasmin momentum perkuat keselamatan pelayaran
13 August 2026 18:07 WIB
Kabar gembira! Gubernur NTB pastikan hosting fee MotoGP Mandalika 2026 tuntas
12 August 2026 18:18 WIB