Phnom Penh, Kamboja (ANTARA) - Tim bola basket putri Indonesia dipastikan mencetak sejarah untuk kali pertama meraih medali emas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games XXXII/2023 Kamboja.

Kepastian itu didapat setelah skuad Merah Putih mencatatkan kemenangan kelima dengan mengalahkan tuan rumah Kamboja dengan skor 100-54 di Morodok Techo Indoor Sports Center, Phnom Penh, Kamboja, Minggu petang.

Kemenangan itu membuat tim asuhan Chin-Wen Lin itu bertengger di puncak klasemen dengan 10 poin, hasil sapu bersih lima laga.

Meski masih menyisakan satu  pertandingan lagi melawan Singapura, besok, secara hitungan poin Merah Putih sudah tak terkejar.

"Saya bingung mau berbicara apa, karena kali pertama meraih medali emas. Hanya satu kata 'bangga'. Kami sudah bekerja keras dalam beberapa SEA Games terakhir. Perjalananya panjang," kata Penanggung Jawa Timnas Basket Putri Christopher Tanuwidjaja kepada ANTARA di Phnom Penh, Sabtu.

"Dari SEA Games 2019 di Manila kami mendapat perunggu. Kemudian tahun lalu, mendapat perak di SEA Games 2021 di Vietnam. Sekarang dapat emas dan emasnya bukan emas biasa. Tapi emas sempurna karena semua tim besar sudah kalah sama kami," katanya menambahkan.

Dia menjelaskan kepastian Indonesia meraih emas tak lepas dari lima pertandingan yang dikantongi skuad Merah Putih. Dalam klasemen pesaing terdekat adalah Malaysia dengan 9 poin, hasil empat kemenangan dan satu kali kalah. Kemudian ada Filipina dengan 7 poin, hasil tiga kali menang dan satu kali kalah.

"Pun kalau misal kami kalah pada pertandingan terakhir melawan Singapura, artinya kami meraih lima kemenangan dan satu kali kalah. Malaysia dan Filipina sudah kalah satu kali. Dan bila sama, kita menang head to head karena kedua tim tersebut sudah kami kalahkan. Jadi sudah dipastikan kita juara," ujar Christopher.

Namun, skuad Merah Putih pun ingin menyempurnakan emas dengan menyapu bersih kemenangan. Dyah Lestari dan kawan-kawan akan menuntaskan misi tersebut saat melawan Singapura pada laga terakhir, Minggu (14/5).

"Tinggal satu lagi melawan Singapura. Tidak meremehkan, tapi harusnya kita bisa ambil kemenangan besok.Tidak pernah dalam sejarah tim basket putri Indonesia mendapat emas dengan kondisi emas sempurna. Jadi benar benar bangga sekali," ujar Christopher.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih.

"Saya pikir masih ada satu pertandingan. Sebetulnya kita sudah memastikan juara, tetapi alangkah baiknya kalau semua pertandingan bisa dimenangi. Supaya sempurna," kata Danny.

Keberhasilan ini, kata Danny, tak lepas dari persiapan timnas putri yang dalam satu tahun terakhir. "Ini sejarah. Saya berharap bisa dipertahankan dalam tahun-tahun berikutnya," pungkas Danny.

Sementara itu pebasket Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma mengatakan pada pertandingan hari ini tim bermain solid. Hasil ini menambah kepercayaan diri untuk bisa meraih kemenangan pada hari terakhir, besok.

"Masih ada satu pertandingan, jadi harus tetap fokus, tidak boleh lengah. Kami ingin sapu bersih semua pertandingan. Meskipun kami tidak ada liga saat ini, kami tidak pernah patah semangat untuk mencetak sejarah," kata pebasket asal Bali tersebut.

Dalam perjalanannya sebelum mengalahkan Kamboja, skuad Merah Putih membuka laga dengan kemenangan atas Vietnam pada Selasa (9/5) dengan skor 67-62.

Satu hari setelahnya, skuad Merah Putih menang tipis atas Thailand 70-69. Pada Kamis (11/5), giliran Malaysia yang menjadi korban ketangguhan Indonesia dengan mengunci kemenangan 85-57.

Indonesia kemudian mengalahkan tim kuat Filipina dengan skor 68-89. Lalu Kamboja. Kemenangan ini memastikan Indonesia menjadi juara, meski masih menyisakan satu laga.

Emas menjadi sejarah karena untuk kali pertama akhirnya tim putri ndonesia bisa menjadi yang terbaik dalam pesta terakbar di ASEAN.

Prestasi terbaik Indonesia sebelumnya adalah meraih 3 perak masing-masing pada SEA Games 1991 di Filipina, 2015 di Singapura, dan 2021 di Vietnam.


 

 

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024