Banjarbaru (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) menangani segera kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas kurang lebih lima hektare di ring satu area Bandara Syamsudin Noor, Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

“Personel turun cepat setelah tim patroli melaporkan karhutla melanda daerah rawan yakni ring satu bandara,” kata salah seorang tim lapangan Satgas BPBD Muhammad Rijali di Banjarbaru, Minggu malam.

Rijali menyebutkan pihaknya menerima informasi karhutla di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor dari Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dibentuk oleh BPBD Kalsel. “Kita cukup kewalahan karena medan di lapangan sulit kita lalui, tapi kondisi aman tidak merambat ke pemukiman warga,” ucapnya.

Kawasan tersebut telah ditetapkan BPBD Kalsel sebagai ring satu karena termasuk daerah rawan karhutla dan merupakan prioritas pencegahan bencana kabut asap akibat kebakaran. Ia mengatakan karhutla berada pada dua lokasi yang berjarak tidak terlalu jauh. Dia mengungkapkan semula informasi karhutla diterima pihaknya pada sore tadi sekitar pukul 15.12 Wita. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda lahan seluas lima hektare lebih di Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu malam (18/6/2023). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Lebih lanjut, Tim Satgas BPBD Kalsel bersama puluhan personel gabungan tiba dilokasi karhutla pada pukul 15.35 Wita kemudian tim selesai melakukan pemadaman sekitar pukul pukul 20.00 Wita.

Rijali menuturkan tim berhenti bertugas pada Minggu malam karena lokasi karhutla berupa rawa dan semak sehingga petugas tidak dapat menjangkau melalui jalur darat akibat medan cukup sulit dilalui.

Baca juga: Kebakaran hutan landa kawasan Bukit Sempana Sembalun
Baca juga: Waspada kebakaran hutan di NTB

Ia menyatakan Tim Satgas BPBD memastikan api tidak merambat hingga ke permukiman warga sebelum meninggalkan lokasi tersebut. Rijali juga menyampaikan pihaknya tak hanya melakukan upaya pemadaman, tetapi juga melakukan observasi dan pendataan di lokasi karhutla. "Kondisi sudah cukup aman," tutur Rijali.

Hingga pada pukul 23.59 Wita, api terpantau masih menyala di lokasi titik karhutla.

 

Pewarta : Tumpal Andani Aritonang
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024