Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Parawansa mengingatkan akan pentingnya perlindungan dan kebahagiaan anak, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2023, yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu.
 

Dalam kegiatan yang mengusung tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju tersebut, Khofifah mengatakan bahwa dengan memberikan perlindungan dan kebahagiaan, anak-anak dapat tumbuh sehat, aman dan bahagia. "Sehingga, mereka optimistis menuju masa depan untuk menjadi anak-anak yang sukses dalam meraih cita-cita," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan seluruh pihak mulai dari orang tua hingga pihak terkait, untuk bersama-sama memberikan perlindungan dan membahagiakan anak-anak. Menurutnya, kedua upaya tersebut harus berjalan beriringan.

Menurutnya, untuk mencapai cita-cita tersebut, anak-anak harus berusaha dan berupaya maksimal, yakni dengan rajin belajar, rajin berdoa, tidak bermalas-malasan, dan patuh serta hormat kepada orang tua dan guru.

"Anak-anakku semuanya harus optimistis. Jangan mudah menyerah. Bu Khofifah minta anak-anak belajar yang rajin. Kalau ingin jadi Presiden, jadi gubernur, jadi polisi, jadi TNI, semuanya harus rajin belajar. Tidak boleh malas-malasan," katanya.

Gubernur Khofifah juga membagikan 1.000 buah buku cerita Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK). Ia juga mengajak anak-anak untuk gemar membaca, yang diharapkan mampu memperluas wawasan dan pengetahuan. “Anak-anakku, membaca itu itu keren. Kalau kita rajin membaca, kita bisa menambah pengetahuan kita, wawasan kita," katanya.

Menurutnya, buku KKPK yang ia bagikan ini merupakan karya anak-anak yang diterbitkan oleh penerbit Mizan. Ia berharap buku tersebut dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak Indonesia supaya terdorong untuk membaca dan menulis.

Khofifah juga berkesempatan untuk memakan telur dan minum susu yang menjadi penanda sebagai upaya untuk menurunkan stunting di Jawa Timur. Pemenuhan kebutuhan protein dan gizi seimbang bagi anak merupakan kunci untuk menyelesaikan permasalahan stunting.

"Tingkat stunting Jatim 19,2 persen di bawah standar WHO, yaitu di angka 20 persen. Untuk itu kepala daerah di kabupaten/kota untuk secara maksimal bisa memberikan intervensi dalam upaya penurunan stunting di Jatim," ujarnya.

Baca juga: Orang tua sebagai pendamping anak harus melek digital
Baca juga: Kemen PPPA dengan Pemkab-Polres Cianjur tangani penganiayaan anak

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menerima cinderamata yang berisi suara anak Indonesia tingkat Provinsi Jatim dan Buku Surat Cinta Untuk Bunda Khofifah, yang merupakan kumpulan surat cinta dari anak-anak Jatim. Cinderamata suara anak dan buku surat cinta tersebut diserahkan oleh dua anak dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojorejo 02 Kota Batu.



 


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024