Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap kerja sama Indonesia dan China semakin erat, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia.
 

“Melalui pertemuan ini, saya berharap kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan akan semakin erat, mendukung enam agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia. Bersama-sama kita dapat membuat perubahan nyata, tidak hanya bagi kedua negara, namun juga bagi dunia,” kata Luhut dalam Indonesia-China Business Community Reception di Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan bersama Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat China Li Qiang itu, Luhut menyebut setidaknya ada enam agenda pembangunan yang bisa terus diperkuat antara kedua negara, di antaranya hilirisasi, digitalisasi, pembangunan infrastruktur, pendidikan, distribusi ekonomi, dan dekarbonisasi.

Luhut menyebut kerja sama antara Indonesia dan China ini juga mencakup berbagai bidang yang membantu Indonesia melakukan transformasi perekonomian. “Seperti program hilirisasi mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku, mendorong industrialisasi, dan menyebarkan pembangunan di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Luhut juga menuturkan pembangunan yang berpusat pada masyarakat antara kedua negara telah membantu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Contohnya adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang merupakan hasil kerja sama dua negara.

“Megaproyek seperti kereta cepat Jakarta-Bandung meningkatkan konektivitas transportasi di Indonesia. Besok (Rabu, 6/9) saya akan mendampingi Perdana Menteri Li Qiang untuk uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ini juga bukti nyata kerja sama berkualitas tinggi yang modern antara kedua negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Luhut memaparkan eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan China tersebut tak lepas dari rasa saling percaya, saling menguntungkan, dan saling menghormati sesuai dengan adat istiadat ketimuran.

Baca juga: Menko Marves bahas investasi panas bumi hingga impor ternak dengan Kenya
Baca juga: Tak ada rekomendasi impor KRL bekas

“Dan saya yakin dengan kedatangan Perdana Menteri Li Qiang ke Indonesia, akan menarik lebih banyak lagi kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi ke Indonesia, serta juga mendorong investor Indonesia untuk investasi ke Tiongkok,” kata Luhut.

 

 


 


Pewarta : Ade irma Junida
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024