Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman terutama untuk memasok kebutuhan selama periode arus balik Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bahlil mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi salah satunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 35i Rest Area 519B, Sragen dan SPBU 44.577.09 Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Kami mengecek tentang ketersediaan BBM, baik itu solar maupun bensin, termasuk SPKLU, pengisian untuk kendaraan listrik dan beberapa pembangkit listrik," kata Bahlil di SPBU Bolon, Karanganyar, sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.
Menurut Bahlil, ketahanan energi nasional tetap terjaga selama angkutan Lebaran, terutama 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri hingga saat ini.
"Alhamdulillah, kami dapat melaporkan bahwa atas kerja sama tim dan kerja sama dari masyarakat, Satgas di sektor ESDM, mulai dari 10 hari sebelum Hari Raya sampai dengan sekarang, Alhamdulillah berjalan baik," ujarnya.
Bahlil menyampaikan Kementerian ESDM memastikan kebutuhan masyarakat khususnya terkait ketersediaan BBM dan LPG dapat terpenuhi dalam periode mudik dan arus balik dalam memperingati Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga: Pemerintah siapkan kontrak LPG jangka panjang
Sehingga masyarakat bisa menikmati waktu berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan tenang dan nyaman.
Tak hanya itu, sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga menegaskan pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, di tengah ketidakstabilan pasokan BBM dunia yang terganggu akibat perang di Timur Tengah.
Bahlil juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap menggunakan energi dengan bijak.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan percepat transisi ke EBT
"Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor," ucap Bahlil.
"Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," tambah Bahlil menegaskan.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari masyarakat, dengan cara memanfaatkan energi yang ada secara bijak.
"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros. Kemudian SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana," tuturnya.
"Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana," katanya pula.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026