Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, relokasi 105 pedagang kaki lima (PKL) ke areal eks Bandara Selaparang Rembiga dinilai efektif dan memberikan dampak positif baik untuk pedagang maupun pemerintah daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram H Irwan Rahadi, di Mataram, Jumat, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pedagang merasa lebih nyaman berjualan di dalam kawasan yang telah ditata, bahkan mengalami peningkatan omzet.

"Penataan PKL juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak parkir dan retribusi sampah yang mulai tertata," katanya.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti rapat evaluasi bersama Koperasi Karyawan Angkasa Pura, setelah satu bulan relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam eks Bandara Selaparang yang sebelumnya berjualan di sepanjang trotoar Jalan Adi Sucipto Rembiga.

Baca juga: Ratusan PKL direlokasi, Trotoar Rembiga Mataram ditata ulang

Evaluasi itu bertujuan untuk melihat dampak ekonomi dan efektivitas pengelolaan PKL di lokasi baru tersebut.

Irwan mengatakan, langkah relokasi tidak hanya bertujuan menata kawasan, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha para pedagang. 

"Alhamdulillah, secara umum masyarakat merasa nyaman berjualan di dalam, pembeli juga lebih leluasa. Bahkan pergerakan omzet pedagang cukup baik," katanya.

Kendati demikian, pihaknya masih menemukan sejumlah pelanggaran, seperti pedagang yang kembali berjualan di trotoar. 

Baca juga: PKL Jl Adi Sucipto Mataram direlokasi ke eks Bandara Selaparang

Hal itu menjadi perhatian serius dalam evaluasi untuk memastikan seluruh PKL mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

"Pedagang yang masih di luar akan kami tertibkan, sebab kami sudah siapkan tempat di dalam yang lebih representatif dan tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.
 
Selain itu, pemerintah kota juga memastikan tidak akan ada penambahan jumlah PKL di kawasan itu yang saat ini telah menampung sekitar 105 pedagang. 

Pihaknya, akan memastikan yang difasilitasi di eks bandara merupakan pedagang yang sebelumnya sudah berjualan, bukan "penumpang" baru.

"Verifikasi akan terus kami lakukan untuk memastikan prioritas diberikan kepada pedagang lama, bukan pendatang baru," katanya menegaskan. 

Baca juga: Relokasi PKL eks Bandara Selaparang Mataram tunggu kesiapan Kokapura



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026