Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan ratusan "Topat Agung" untuk menyambut tradisi Lebaran Topat atau Ketupat yang dipusatkan di Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela.
Camat Sekarbela Kota Mataram Aruf Satriawan di Mataram, Jumat mengatakan, proses pembuatan Topat Agung yang melibatkan para kader saat ini sudah mencapai tahap akhir.
"Jumlah Topat Agung yang kami siapkan sekitar 400-500 ketupat, dan dilengkapi dengan lauk pauk seperti opor, urap, sate, dan lainnya," katanya kepada sejumlah wartawan.
Lebaran Topat di Loang Baloq Sekarbela tahun ini mengusung tema "Berkat Topat Lebaran". Acara akan dimulai dari pukul 07.00 Wita dengan tradisi ziarah makam, yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni utama pada pukul 08.30 Wita.
Baca juga: Polresta Mataram libatkan personel gabungan amankan Lebaran Topat
Pemilihan ketupat sebagai ikon utama bukan tanpa alasan karena secara filosofis, Lebaran Topat melambangkan penyucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan dan puasa Syawal selama enam hari.
Selain itu, menjadi momen pengakuan kesalahan dan saling memaafkan antarwarga serta mempererat silaturahmi dan semangat untuk menjaga nilai-nilai kebaikan selama 11 bulan ke depan.
Dikatakan, Topat Agung yang disiapkan itu akan dibelah saat acara seremonial Lebaran Topat sebagai tanda dimulainya perayaan puncak Lebaran Topat dan selanjutnya diserahkan ke masyarakat yang hadir dan bisa bebas diambil.
Tradisi "bejuretan" atau berebut Topat Agung menjadi momen yang paling ditunggu, sebab sebagian masyarakat percaya jika mendapatkan Topat Agung maka akan mendapatkan keberkahan dalam hidup.
"Topat Agung, kami desain dengan bentuk gunungan ketupat," katanya.
Baca juga: Dishub Mataram urai kemacetan lalu lintas saat Lebaran Topat
Perayaan Lebaran Topat dengan Topat Agung merupakan simbol syukur dan pelestarian tradisi masyarakat Sasak dipastikan akan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara religi dan budaya.
Perayaan puncak Lebaran Topat akan ditampilkan berbagai pementasan tarian tradisional dan religi pada waktu pagi dan pertunjukan tradisional "Presean" yang akan digelar pada sore hari sebagai hiburan rakyat.
Melalui perayaan itu, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat merayakan keberhasilan setelah berjuang menahan hawa nafsu selama sebulan penuh dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Baca juga: Lebaran Topat membludak, RSUD Mataram siagakan tim medis
Baca juga: Siaga penuh! Damkar Mataram turunkan armada di lokasi Lebaran Topat
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026