Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, gangguan masalah saluran pencernaan menjadi keluhan utama warga datang ke puskesmas pasca-Lebaran 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Kamis, mengatakan, faktor utama penyebab penyakit itu perubahan pola makan, makanan bersantan, serta potensi adanya makanan yang kurang higienis selama masa libur Lebaran.
"Dari 100 lebih kunjungan pada satu puskesmas di hari pertama masuk setelah libur Lebaran, sebagian besar mengalami gangguan pencernaan," katanya.
Bahkan saat cuti bersama libur Lebaran, kunjungan pasien ke IGD pada 11 puskesmas se-Kota Mataram, rata-rata keluhan gangguan pencernaan.
Baca juga: Lebaran Topat membludak, RSUD Mataram siagakan tim medis
Terkait dengan itu, pihaknya telah memberikan instruksi kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga difokuskan kepada para pedagang makanan di pinggir jalan.
Karena berbagai jenis infeksi juga dipicu oleh faktor kebersihan makanan dan penyakit yang sering muncul akibat paparan bakteri pada makanan yang dijajakan di tempat terbuka.
"Kami mendorong tim promkes (promosi kesehatan) untuk mengedukasi pedagang kecil agar tetap menerapkan pola higiene yang bagus. Sisi ekonomi harus tetap berjalan, namun aspek kesehatan tetap menjadi prioritas utama," katanya.
Baca juga: Dishub Mataram urai kemacetan lalu lintas saat Lebaran Topat
Emirald mengatakan, hingga saat ini hari kedua pascalibur Lebaran situasi pelayanan di Puskesmas dilaporkan masih aman dan terkendali meskipun terjadi lonjakan pasien.
Rata-rata setiap puskesmas menerima lebih dari 100 kunjungan pasien pada Rabu (25/3-2026) atau hari pertama setelah libur dan cuti Lebaran.
Dengan total 11 puskesmas yang beroperasi di Kota Mataram, diperkirakan terdapat lebih dari 1.100 pasien yang memeriksakan kesehatan dalam periode setelah Lebaran.
"Sebagian besar pasien datang dengan keluhan masalah pencernaan akibat pola makan yang tidak teratur atau makanan yang tidak higienis," katanya lagi.
Oleh karena itu, Emirald, meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dan memastikan kebersihannya guna menghindari risiko penyakit infeksi lebih lanjut.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026