SMPN 3 Jonggat edukasi bahaya perundungan
Selasa, 3 Oktober 2023 17:22 WIB
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jonggat Lombok Tengah
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Jonggat Lombok Tengah, mengedukasi bahayanya perundungan atau "bullying" di sekolah melalui kegiatan mengajar.
"Dampak bullying ini sangat berbahaya baik itu secara fisik maupun mental yang mengakibatkan gangguan pada otak maupun badan," kata Johan Wahyudi (49), Kepala Sekolah SMPN 3 Jonggat, Selasa (3/10).
Bullying juga, kata dia, mempengaruhi perkembangan kepada siswa sehingga menjadi rusak, seperti minder, suka menyendiri, jarang masuk sekolah, katanya.
Ia menambahkan jika ada siswa yang terlibat dengan kasus bullying maka akan dikenakan sanksi. "Sanksinya diberikan teguran, jika tidak jera dengan hal tersebut maka akan dihadapkan dengan hukum lebih lanjut," tegasnya.
Upaya edukasi bahaya perundungan tersebut, dilakukan juga melalui pada saat apel dan bimbingan dari para pakar.
Pihak sekolah juga bekerja sama dengan guru dan para orang tua untuk sama-sama menjaga dan membimbing anak dengan lebih baik.
Ia mengharapkan semoga perundungan ini tidak terjadi di lingkungan sekolah lagi karena tidak baik bagi para siswa dan pelajar lain. "Karena dapat membuat sekolahan menjadi tempat yang paling ditakuti banyak anak," katanya.
"Dampak bullying ini sangat berbahaya baik itu secara fisik maupun mental yang mengakibatkan gangguan pada otak maupun badan," kata Johan Wahyudi (49), Kepala Sekolah SMPN 3 Jonggat, Selasa (3/10).
Bullying juga, kata dia, mempengaruhi perkembangan kepada siswa sehingga menjadi rusak, seperti minder, suka menyendiri, jarang masuk sekolah, katanya.
Ia menambahkan jika ada siswa yang terlibat dengan kasus bullying maka akan dikenakan sanksi. "Sanksinya diberikan teguran, jika tidak jera dengan hal tersebut maka akan dihadapkan dengan hukum lebih lanjut," tegasnya.
Upaya edukasi bahaya perundungan tersebut, dilakukan juga melalui pada saat apel dan bimbingan dari para pakar.
Pihak sekolah juga bekerja sama dengan guru dan para orang tua untuk sama-sama menjaga dan membimbing anak dengan lebih baik.
Ia mengharapkan semoga perundungan ini tidak terjadi di lingkungan sekolah lagi karena tidak baik bagi para siswa dan pelajar lain. "Karena dapat membuat sekolahan menjadi tempat yang paling ditakuti banyak anak," katanya.
Pewarta : Magang IAIH Lombok Timur
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Raih hadiah Rinjani Color Run 3, Mahasiswa UIN Mataram akhirnya berangkat umrah
03 February 2026 10:43 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB
Guru Besar IPB: Mega potensi ekowisata dimiliki Indonesia tak masuk unggulan Kabinet Merah-Putih
21 September 2025 8:38 WIB