Aktor Reza Rahadian soroti sekolah rusak di Bima

id Reza Rahadian Peduli Pendidikan Bima, Reza Rahadian, Pemerintah Kabupaten Bima,sekolah rusak di bima,bima

Aktor Reza Rahadian soroti sekolah rusak di Bima

Tangkapan layar tpak aktor kawakan Indonesia Reza Rahadian sedang memberikan pendapat pada dialog yang berlangsung di Aula kantor Bupati Bima. Dialog ini dihadiri Asisten I Fatahulah mewakili Bupati, Kepala Dinas Dikpora Drs. Zunaiddin, para kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tim dari YAPPIKA-ActionAid serta Yayasan YISA. ANTARA/Ady Ardiansah

Bima (ANTARA) - Usai menjalani peran sebagai guru sehari di dua sekolah pelosok di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), aktor nasional Reza Rahadian menggelar dialog terbuka bersama Pemerintah Kabupaten Bima, Kamis malam.

Dalam forum yang berlangsung hangat di Aula Utama Kantor Bupati Bima itu, Reza menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pendidikan dasar di daerah tersebut.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana gedung-gedung sekolah kita yang mestinya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak, justru dalam kondisi rusak parah. Ini menyedihkan, dan perlu perhatian segera,” ujarnya.

Sebagai Goodwill Ambassador dari YAPPIKA-ActionAid, Reza menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, organisasi sipil, dan pemerintah daerah untuk membenahi kualitas pendidikan dasar secara sistemik dan berkelanjutan.

Baca juga: Reza Rahadian hadir menjadi pelita pendidikan di pelosok Bima

Ia mengajak Pemkab Bima, untuk menyepakati komitmen bersama demi menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan bermartabat.

"Mudah-mudahan kehadiran kami di sini bersama YAPPIKA-ActionAid dan Yayasan YISA bukan sekadar kunjungan simbolis. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kami ingin meninggalkan komitmen nyata bersama Pemkab Bima, yang tidak hanya ditandatangani, tapi benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Aktor kawakan ini menuturkan, kehadirannya tidak bertujuan mencari sorotan media, melainkan membangkitkan kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah hak dasar anak-anak, dan menjadi tanggungjawab kolektif seluruh elemen bangsa.

"Saya percaya, perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Tapi dengan niat baik, kolaborasi, dan komitmen nyata, kita bisa membuat sekolah-sekolah di Bima menjadi tempat yang layak dan membanggakan,” paparnya.

Baca juga: Film Siksa Kubur ajak penonton pertanyakan keimanan diri

Sementara itu, mewakili Bupati Bima Asisten I Fatahulah menyambut baik kehadiran Reza dan YAPPIKA-ActionAid.

Ia menyampaikan, apresiasi dan membuka peluang kerjasama lebih luas untuk mendukung reformasi pendidikan di Kabupaten Bima.

"Ini adalah momentum penting. Kami berterima kasih atas kunjungan dan perhatian Mas Reza. Harapannya, sinergi ini membawa angin segar bagi masa depan pendidikan anak-anak kita,” ucapnya.

Diketahui, puncak acara dialog ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Pemerintah Kabupaten Bima, YAPPIKA-ActionAid, Yayasan YISA, Dinas Dikpora, komunitas pendidikan, dan perwakilan masyarakat. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal bagi kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola pendidikan dasar di Bima.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Dikpora Drs. Zunaiddin, para kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tim dari YAPPIKA-ActionAid serta Yayasan YISA.

Baca juga: Empat aktor muda menjadi Duta Festival Film Indonesia 2021
Baca juga: "Layangan Putus" ditonton 15 juta kali dalam satu hari penayangan

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.