Mataram (ANTARA) - Kepolisian menyebutkan bahwa perempuan yang ditemukan tewas dengan posisi jasad tergeletak di pesisir pantai Pandanan, Kabupaten Lombok Utara (Lotara), Nusa Tenggara Barat, terungkap mengidap gangguan bipolar.
Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra melalui sambungan telepon, Rabu, menerangkan bahwa penyakit gangguan psikologis tersebut terungkap dari hasil penyelidikan lapangan.
"Jadi, benar korban ini yang punya kendaraan tertinggal di pinggir jalan Desa Malaka itu. Dari rekam medis disebutkan korban ini cenderung mengarah ke depresi atau bipolar tipe tinggi," katanya.
Wilandra menyampaikan hal itu berdasarkan penjelasan dokter. Pihak keluarga korban juga menyampaikan bahwa korban berinisial SH asal Malang dengan domisili di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat tersebut semasa hidup sempat beberapa kali mencoba melakukan praktik bunuh diri.
"Keluarganya mengatakan, dia sering ingin mengakhiri hidupnya. Ada sakit dia pas masih di Jawa, pernah berobat di rumah sakit Sutomo," ucapnya.
Baca juga: Polisi telusuri identitas perempuan meninggal di Pantai Pandanan Lombok Utara
Oleh karena itu, pihak keluarga yang telah mengenali jenazah almarhumah menolak untuk proses autopsi.
"Keluarga menerima bahwa yang bersangkutan sakit," ujar Wilandra.
Berdasarkan hasil visum luar, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Mataram juga menyebut tidak ada menemukan tanda kekerasan pada jenazah almarhumah.
Terkait informasi lengan kiri korban yang disebut hilang, Wilandra meluruskan bahwa pihak rumah sakit sudah menjelaskan bahwa hanya dagingnya yang hilang dan menyisakan tulang.
"Kan ini mayat lima hari di laut posisinya sejak hilang itu. Jadi, banyak faktornya, salah satunya ikan yang makan," kata dia.
Dengan menerangkan hal tersebut, Wilandra menegaskan bahwa penyelidikan ini sudah tuntas dan tidak ada ditemukan dugaan pidana dari tewasnya SH.
"Jadi, tidak ada mengarah ke perbuatan atau peristiwa pidana. Case closed," ujarnya.
Jenazah SH kali pertama ditemukan tergeletak di pesisir pantai Pandanan pada Minggu (18/1). Jenazah SH ditemukan tanpa busana, hanya mengenakan kaos kaki.
Sebelum ditemukan, warga melihat ada jaket dan satu unit kendaraan roda dua yang akhirnya terungkap milik almarhumah terparkir di pinggir jalan Desa Malaka.
Temuan itu menjadi petunjuk kepolisian dalam melakukan penyelidikan atas identitas dan penyebab kematian almarhumah SH.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026