Mataram (ANTARA) - Identitas jasad pria yang terombang-ambing di laut kawasan perairan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terungkap sebagai seorang pemancing dari Sanur, Bali, berinisial IWS (53).
Kepala Polsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda di Mataram, Senin, menerangkan identitas IWS terungkap dari informasi pihak keluarganya yang datang memberikan klarifikasi.
"Kami mendapatkan informasi ada warga Bali yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian dan aksesori yang identik dengan jenazah yang kami temukan," katanya.
Pihak keluarga kemudian langsung menempuh perjalanan dari Bali menuju Lombok untuk memastikan jenazah tersebut adalah IWS yang dilaporkan hilang pada Jumat (6/3).
"Korban dilaporkan hilang saat pergi memancing menggunakan perahu di perairan Sanur, Bali," ucap dia.
Baca juga: Dua sampan nelayan Mataram hanyut akibat abrasi pantai
Dalam uraian laporan, korban diduga mengalami kecelakaan laut dan terbawa arus hingga melintasi selat dan terdampar di perairan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Pihak keluarga pun mengenali korban dari kalung, gelang, serta pakaian yang terakhir kali dikenakan. Dari hasil komunikasi kepolisian dengan pihak keluarga korban di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, tempat sementara jenazah IWS disemayamkan, telah mengikhlaskan kepergian korban dan melihat peristiwa ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
"Rencananya jenazah IWS akan dipulangkan ke Bali malam ini menggunakan speed boat pribadi milik keluarga," ucap dia.
Baca juga: 3 nelayan Lombok hanyut hingga Banyuwangi Jawa Timur selama 6 hari
Sebelumnya, nelayan di perairan Senggigi pada Minggu (8/3) dihebohkan dengan penemuan jasad pria yang mengapung di tengah laut. Penemuan tersebut diketahui tim yang lagi patroli dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTB.
Evakuasi jenazah IWS dari tengah laut dilakukan dengan dukungan tim Basarnas Unit Bangsal, Kabupaten Lombok Utara. Usai dievakuasi ke darat, jasad IWS dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.
Baca juga: Dua nelayan hanyut saat mancing di Perairan Gili Kondo
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026