Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebut dua sampan nelayan di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro Ampenan hanyut terbawa gelombang akibat abrasi pantai yang terjadi pada Kamis (30/10) malam pukul 22.00 Wita.
"Laporan sampan hanyut berdasarkan hasil asesmen yang kami lakukan bersama tim termasuk BPBD NTB terhadap dampak abrasi pantai di Kelurahan Bintaro," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Jumat.
Dari asesmen tersebut, katanya, dua sampah nelayan dilaporkan hanyut dan luas area terdampak sekitar 200 meter sepanjang bibir pantai.
Baca juga: Penanganan abrasi serius, Usulan Rp145 Miliar Mataram masuk ke Bappenas
Sementara ketinggian gelombang saat abrasi pantai terjadi mencapai 5-6 meter dan mengakibatkan air memasuki ke permukiman warga.
"Sedangkan untuk laporan korban sejauh ini belum ada, begitu juga dengan warga yang mengungsi masih nihil," katanya.

Sebagai upaya pencegahan dan antisipasi abrasi pantai susulan, kata Muzaki, pihaknya sudah memberikan 80 lembar karung geobag untuk pembuatan tanggul sementara.
Geobag tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, untuk kemudian diisi dengan pasir sebagai tanggul sementara.
Baca juga: Anggaran bangun tanggul atasi abrasi di Mataram sebesar Rp600 juta
Pengisian geobag itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram dengan menggunakan alat berat agar tanggul sementara bisa segera rampung dan dapat meminimalkan dampak banjir rob susulan.
"Untuk kesiapan geobag, kami saat ini masih punya stok sekitar 200 lembar dan untuk antisipasi peningkatan kebutuhan kami segera usulkan penambahan ke pemerintah pusat," katanya.
Selain itu, tambah Muzakir, tim BPBD Kota Mataram tetap menyiagakan dua regu tim reaksi cepat (TRC) guna memantau dan melaporkan segera jika terjadi kondisi perubahan cuaca.
"Kami berharap masyarakat terus waspada terhadap berbagai potensi bencana selama musim hujan," katanya.
Baca juga: BWS bantu tangani bencana abrasi di pantai Mataram