Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan logistik dan stok bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di kota itu tersedia. 

"Untuk mengeluarkan bantuan bagi korban, kami masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram," kata Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Selasa. 

Meskipun katanya, data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyebutkan, warga terdampak bencana hidrometeorologi berupa gelombang pasang, banjir, rob, angin puting beliung, pohon tumbang, dan banjir karena luapan Sungai Jangkuk pada Kamis (22/1-2026), mencapai sekitar 1.000 jiwa.

Namun demikian, pihaknya, tidak bisa serta merta mengeluarkan bantuan jika belum ada SK resmi dari BPBD sebab BPBD yang melakukan asesmen.

Baca juga: Bantuan korban banjir di Mataram masih tunggu data

Termasuk untuk korban bencana di Kecamatan Sekarbela, sejauh ini pendistribusian bantuan juga masih menunggu SK dari BPBD.

"Meskipun kami juga melakukan pendataan warga terdampak, tapi kami tetap berkoordinasi dengan BPBD," katanya.

Stok bantuan yang disiapkan Dinsos berupa paket sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari para korban berupa air mineral, beras, minyak goreng, mi instan, susu, selain itu ada juga tikar, dan selimut.

Sedangkan logistik lainnya, berupa dapur umum, tangki air bersih di Dinas Sosial saat ini juga sudah tersedia sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.

Baca juga: Seribu paket sembako disalurkan untuk korban banjir Mataram

Menurutnya, dari sekitar 1.000 jiwa yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa gelombang pasang, banjir, rob, angin puting beliung, pohon tumbang, dan banjir karena luapan Sungai Jangkuk, baru 191 kepala keluarga (KK) dari tiga kelurahan yang sudah mendapatkan bantuan sesuai SK dari BPBD.

Tiga kelurahan itu semuanya berada di Kecamatan Ampenan yakni, Kelurahan Banjar sebanyak 12 KK, Kelurahan Pejeruk 10 KK, dan di Lingkungan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara sebanyak 169 KK.

"Untuk di kelurahan lain, seperti di Dasan Agung, Sayang-Sayang, Sekarbela, dan lainnya belum ada," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya juga berharap partisipasi aparat kelurahan agar bisa cepat mendata dan melaporkan warganya yang terdampak ke BPBD.

"Jadi BPBD juga bisa lebih cepat membuat SK sebagai dasar penyaluran bantuan kepada para korban," katanya.

Baca juga: Pembagian 1.000 paket sembako korban banjir Mataram tunggu SK
Baca juga: Paket bantuan Rp600 juta dialokasikan untuk korban banjir Mataram

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026