Lombok Utara (ANTARA) - Fasilitas Sekolah Rakyat yang berdiri di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dirancang menggunakan sistem bangunan tahan gempa mengingat daerah itu pernah menjadi pusat gempa tektonik besar pada tahun 2018.

Penanggung Jawab Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Arahman, mengatakan struktur bangunan diperkuat untuk meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa apabila gempa kembali terjadi.

"Kami pakai sistem tahan gempa..., secara perhitungan aman," ucap dia saat ditemui di Lombok Utara, Kamis.

Arhaman menuturkan aspek keamanan menjadi perhatian utama lantaran lokasi pembangunan hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Sekolah Rakyat Lombok Utara dibangun di atas lahan seluas 6,7 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Jumlah bangunan sebanyak 28 unit yang menghabiskan sekitar 2,8 hektare dari total lahan tersebut.

Proyek strategis nasional dengan daya tampung 1.080 orang tersebut menyediakan asrama lengkap dengan lapangan basket dan mini soccer agar siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter dan kemandirian.

"Pembangunan ini sebelum dilaksanakan memang sudah dihitung sama perencanaannya untuk tahan gempa," ucap Arahman.

Berdasarkan catatan sejarah, gempa bumi tektonik berkekuatan 7,0 magnitudo pada 2018 berpusat di wilayah utara Pulau Lombok. Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah dengan dampak paling parah.

Baca juga: Pembangunan SR di Lombok Utara serap 837 tenaga kerja

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan orang meninggal dunia dan puluhan ribu rumah rusak akibat rangkaian gempa beruntun tersebut.

Banyak bangunan publik, sekolah, dan fasilitas pelayanan masyarakat mengalami kerusakan berat lantaran saat itu belum seluruh bangunan menggunakan konstruksi tahan gempa.

Sekolah Rakyat Lombok Utara mengutamakan aspek mitigasi bencana agar aktivitas belajar mengajar menjadi lebih aman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Baca juga: Pemerintah menjanjikan beasiswa hingga peluang kerja bagi lulusan SR

Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang dilaksanakan di 93 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Lombok Utar agar rampung pada 20 Juni 2026 mendatang.

Per 14 Mei 2026, progres pembangunan proyek tersebut baru mencapai 21,71 persen dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 837 orang.

Sejumlah langkah disiapkan demi mencapai target rampung sesuai jadwal, di antaranya penambahan jumlah pekerja hingga penambahan shift bekerja siang-malam.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026