Lombok Timur (ANTARA) - Sebanyak empat pelajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tertimpa pohon dampak cuaca ekstrem saat menuju ke sekolah di simpang tiga Kilang daerah setempat.
Akibat kejadian itu siswa yang mengalami kecelakaan itu dibawa ke Puskesmas Montong Gading dan RSUD Soejono Selong untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Memang betul ada siswa SD yang tertimpa pohon di Kilang," kata Kepala Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disddikbud) Kecamatan Montong Gading Amat saat dikonfirmasi di Lombok Timur, Kamis.
Begitu mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk mengkroscek kondisi siswa yang tertimpa pohon tersebut.
Baca juga: Pemprov NTB siaga cuaca ekstrem, Komando Terpadu dikerahkan
Ia mengatakan empat korban sudah ditangani di puskesmas, dimana tiga orang dalam perawatan dan satu orang dirujuk ke RSUD Soedjono Selon, karena kondisi luka yang cukup parah.
"Yang jelas korban sudah tertangani dengan baik," katanya.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.
"Ada peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini.
Baca juga: Cuaca ekstrem, Banjir dan angin kencang landa sejumlah daerah di NTB
Suci mengimbau masyarakat yang berada di kawasan lereng atau daerah dengan topografi curam untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometerologi.
Menurutnya, hujan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana banjir hingga tanah longsor yang dapat membahayakan pemukiman dan merusak lahan-lahan pertanian.
"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," ujarnya.
Baca juga: Sejumlah perairan NTB masuk zona merah gelombang tinggiBaca juga: Bibit Siklon Tropis 97S picu cuaca ekstrem di NTB