Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Dasarian I Februari 2026 terjadi di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.

"Kecamatan Empang diguyur hujan kategori sangat lebat dengan volume sebanyak 318 milimeter per dasarian. Curah hujan di sana lebih tinggi daripada wilayah lain di NTB," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Cakra Mahasurya di Mataram, Rabu.

Cakra mengatakan secara umum curah hujan di seluruh wilayah NTB bervariasi dari kategori rendah 21-50 milimeter per dasarian hingga kategori sangat tinggi lebih dari 300 milimeter per dasarian pada 1-10 Februari 2026.

Adapun sifat hujan selama periode tersebut, lanjutnya, juga bervariasi dari kategori bawah normal hingga atas normal. Kondisi itu mengindikasikan ada ketidakmerataan distribusi hujan di sejumlah wilayah NTB.

Baca juga: Waspada! Enam wilayah NTB siaga hujan lebat, Risiko banjir mengintai

BMKG menyatakan Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) secara umum masih berada dalam kategori sangat pendek antara 1 sampai 5 hari, serta kategori pendek rentang 6-10 hari.

"Kami imbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air," ucap Cakra.

Pada 7 Februari 2026, kata dia, hujan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang dan merendam ribuan rumah di Kecamatan Empang. Bencana alam tersebut menerjang 10 desa yang berdampak terhadap 1.125 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 3.620 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Nurhidayat melaporkan kerusakan terparah terjadi di Desa Jotang berupa kerusakan jembatan dan badan jalan, serta merendam satu sekolah dasar.

Nurhidayat mengungkapkan pendangkalan sungai akibat sedimentasi kian memperparah kondisi banjir di Kecamatan Empang.

Baca juga: Potensi cuaca ekstrem menguat, BMKG ingatkan warga NTB bersiap
Baca juga: Akses ke Rinjani Lombok Timur tertimbun longsor
Baca juga: BMKG: Cuaca cerah di NTB hanya sementara, Potensi hujan kembali akhir Januari



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026