Mataram (ANTARA) - Sejumlah wilayah di kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir dan angin kencang akibat cuaca ekstrem yang menyelimuti provin si itu sejak Selasa (20/1) hingga Kamis (22/1) dini hari.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD NTB, banjir dan angin kencang menerjang sejumlah desa/lingkungan di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin menyebutkan banjir di Kabupaten Lombok Barat terjadi di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, dan Desa Sekotong Tengah, Sekotong Barat, Desa Persiapan Blongas, Cendi Manik, Taman Baru, Desa Persiapan Pengatap dan Desa Pelangan, di Kecamatan Sekotong.
"Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak pukul 01.00 Wita pada Rabu dini hari yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong," ujarnya di Mataram, Kamis.
Baca juga: Sejumlah perairan NTB masuk zona merah gelombang tinggi
Di Desa Perampuan terdapat 782 Kepala Keluarga (KK) terdampak atau 782 rumah terendam, 200 KK mengungsi. Titik pengungsian terpusat di Masjid Perampuan dan kantor desa.
Di Kecamatan Sekotong, Desa Sekotong Tengah sebanyak 1.997 KK (5.557 jiwa) terdampak dan 1.997 rumah terendam . Kemudian di Desa Sekotong Barat 35 KK (135 jiwa) atau 35 rumah terendam.
Desa Persiapan Blongas 395 KK (1.092 jiwa) atau 395 unit rumah terendam. Desa Cendi Manik 360 KK (1.084 jiwa) terdampak. Desa Taman Baru 1.137 KK (3.340 jiwa) terdampak. Desa Persiapan Pengatap 520 KK (1.890 jiwa) terdampak atau 520 rumah terendam. Desa Pelangan 347 KK (991 jiwa) atau 347 Unit rumah.
Menurutnya, upaya yang dilakukan saat ini masih melakukan pendataan warga terdampak, membuka dapur umum di Kantor Desa Perampuan, memberikan bantuan tanggap darurat berupa paket pangan, air mineral dan pampers dewasa, dan sandang.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 97S picu cuaca ekstrem di NTB
Selain itu Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Barat memberikan bantuan tanggap darurat ke Desa Perampuan berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, kids ware, family kit, selimut, mie instan, dan tenda. Bahkan pihaknya membuka posko di Kantor Desa Perampuan.
"BPBD melakukan pengiriman air bersih ke Desa Persiapan Blongas untuk kebutuhan masyarakat terdampak," terang Sadimin.
Di Kabupaten Lombok Tengah, banjir terjadi di sejumlah desa sampai merendam rumah-rumah warga, seperti di Desa Kabul, Pandan Indah di Kecamatan Praya Barat Daya. Di sini 145 rumah warga terendam dengan 145 KK terdampak.
Desa Bonder, Selong Belanak, Tanak Rarang di Kecamatan Praya Barat, warga terdampak 130 KK. Desa Kuta, Pengembur di Kecamatan Pujut warga 97 KK terdampak. Desa Puyung, Kecamatan Jonggat sebanyak 5 KK. Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata dan Desa Kidang Kecamatan Praya Timur warga terdampak 80 KK.
"Di beberapa titik banjir sampai dengan saat ini belum surut. Tim sudah melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan ke lokasi banjir," katanya.
Baca juga: Waspada!! potensi hujan lebat di lereng Rinjani hingga Tambora
Di Kabupaten Lombok Utara, terjadi bencana angin kencang dimulai dari Selasa (20/1) hingga Rabu (21/1) dini hari. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang menghalangi akses jalan dan rumah warga juga roboh.
Terdapat tujuh desa di empat kecamatan yang terdampak angin kencang di Lombok Utara. Di antaranya, Desa Akar-Akar, Mumbul Sari Kecamatan Bayan. Desa Sambil Bangkol Kecamatan Gangga. Desa Pemenang, Gili Meno, Gili Air Kecamatan Pemenang dan Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung.
Di Kabupaten Sumbawa Barat terjadi bencana angin kencang menyebabkan pohon tumbang sampai menghalangi jalan dan rumah warga rusak. Bencana ini menimpa Desa Manemeng, Desa Mura Kecamatan Brang Ene. Desa Labuhan Lalar, Banjar, Lamunga, Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang. Desa Maluk, Mantun di Kecamatan Maluk.
Kemudian Kota Mataram terjadi bencana angin kencang dan angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang dan rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah. Seperti di Kelurahan Ampenan, Bintaro, Pajarakan Karya. Karang Baru, Monjok Timur di Kecamatan Selaparang. Kelurahan Cakrangera, Sapta Marga, Cilinaya di Kecamatan Cakranegara.
Sadimin mengimbau mengingat wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya.
Baca juga: Kajian teknis penetapan tanggap darurat bencana di NTB disusun
"Masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.